Pameran Properti Semarang Raup Transaksi Rp 223 Miliar di 2019

Tenant Citra Land BSB City dalam kegiatan Property Expo Semarang ke-7 di Atrium Mal Ciputra Semarang.

SEMARANG – Pameran Property Expo Semarang yang digelar sepanjang tahun 2019 berhasil mencatatkan transaksi hingga Rp 223 miliar selama delapan kali pameran.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, sepanjang 2019 total penjualan rumah mencapai 202 unit dengan nilai mencapai Rp 223 miliar.

Adapun rumah yang terjual di 2019 didominasi tipe menengah ke atas dengan kisaran harga rata-rata Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

“Sepanjang delapan kali pameran di 2019 total penjualan ada 202 unit dengan nilai mencapai Rp 223 miliar. Pencapaian ini masih lebih baik di 2018 yang mampu menjual sebanyak 293 unit dengan nilai Rp 239 miliar,” ujar Dibya, Selasa (26/11/19).

Ia mengatakan, secara keseluruhan trend penjualan beberapa tahun belakangan memang belum menunjukkan hasil yang signifikan. Namun ia optimis bisnis properti di Semarang dan Jawa Tengah pada 2020 bakal lebih baik.

Menurutnya, dengan pemerintahan dan kabinet baru yang sudah ada saat ini pihaknya yakin akan membawa kesegaran bagi dunia properti. Ia pun berharap di 2020 tidak ada kejutan baik aturan maupun hal yang membuat bisnis properti jatuh.

“Kita harapkan di 2020 dapat lebih baik. Kondisi ekonomi bisa tumbuh bagus dengan didukung politik dan keamanan. Politik sekarang juga sudah stabil,” ucapnya.

Dia melanjutkan, tahun depan harga rumah masih relatif terjadi kenaikan melihat harga material bahan bangunan dan harga tanah di Semarang yang kian mahal.

Meski demikian, kata dia di Semarang saat ini masih banyak rumah-rumah dengan harga terjangkau di kisaran Rp 500 jutaan kebawah.

“Sekarang rumah komersial tipe 36 dijual Rp 300 – Rp 400 jutaan. Memang mau tidak mau harus diterima dengan uang tersebut ya dapatnya tipe 36,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here