Ekonomi BisnisPelaku Wisata Sarankan Rest Area Tol Trans Jawa Dilengkapi...

Pelaku Wisata Sarankan Rest Area Tol Trans Jawa Dilengkapi Hotel

-

- Advertisment -spot_img

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

SEMARANG – Pembangunan tol Trans Jawa, khususnya di wilayah Jawa Tengah, memberikan pengaruh besar dari berbagai sisi. Misalnya dari segi investasi, hingga pariwisata. Sayangnya, tol yang membentang dari Jakarta ke Surabaya ini belum memiliki hotel bagi penggunanya.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K), Ngargono mengatakan, banyak masukan dari konsumen agar Trans Jawa bisa dibangun hotel. Tujuannya sebagai tempat transit bagi pengguna tol, yang secara tidak langsung akan mendukung sektor pariwisata.

“Memang banyak masukan terutama dari pelaku wisata agar di rest area bisa dibangun hotel. Saya rasa ini bisa dipertimbangkan oleh pengelola,” katanya, Selasa (17/12/19).

Dia menjelaskan, selain bisa semakin mendukung sektor wisata, adanya tempat istirahat berupa hotel juga menjadi peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh Jasa Marga. Salah satunya adalah dengan menggandeng investor.

“Tentu akan menjadi peluang bisnis baru. Sektor wisata juga terangkat, untuk lahannya bisa dari Jasa Marga. Dari pariwisata tentu akan mendukung, belum lagi segi pengrajin dan perekonomian warga,” tambahnya.

Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Robert Wahyu, mengakui jika adanya Tol Trans Jawa bisa mendongkrak sektor wisata di Jateng. Bahkan menurut Robert, wisatawan dari Jabar kini memilih Semarang, Solo bahkan Kabupaten Ungaran sebagai destinasi wisata.

“Dari Cirebon, Jakarta, mau ke Bandung sekarang macet. Nah wisatawan ini sekarang larinya ke Semarang, Solo dan Ungaran,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang-Batang, Ari Irianto menerangkan jika memang pernah ada wacana dari Kementrian BUMN yang dahulu dibawah kendali Rini Soemarno dan Kementrian PUPR, untuk membangun hotel di Tol Semarang Batang.

“Dulu era kabinet lama, sudah ada wacana pembangunan hotel. Namun kabinet yang baru ini belum tahu apakah wacana pembangunan hotel ini dilanjutkan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, membangun hotel di area tol tidak boleh dilakukan sembarangan. Karena perlu ada kriteria khusus, misalnya basic desain penentuan lokasi, demografi dan kajian lainnya.

“Harus ada kajian dulu, ngga boleh berbenturan dengan regulasi. Dulu pernah ada wacana dibangun dua hotel di jalur A dan dua hotel di jalur B. Karena kabinetnya baru ngga tahu apa berlanjut atau tidak,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Brantas Abipraya Gelar Vaksin COVID-19 Gratis

JAKARTA - Pandemi COVID-19 belum berakhir, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan laju penularan virus ini. Guna menyokong...

Subholding Gas Bersinergi Serahkan Bantuan 50 Tabung Oksigen ke RS UGM

YOGYAKARTA – Subholding Gas Grup sebagai bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero) bersinergi dalam menyerahkan bantuan oksigen sebanyak...

Qurban Dermawan Menyapa Masyarakat Urban Semarang

SEMARANG - Dibalik megahnya Ibu Kota Jawa Tengah ternyata masih ada wilayah terpinggirkan yang masyarakatnya tidak berkesempatan menikmati lezatnya...

Curhat Miris Pengusaha Jateng saat PPKM Darurat, Jual Aset hingga PHK

SEMARANG - Pengusaha muda di Jawa Tengah sangat terpukul dengan kebijakan PPKM Darurat yang diberlakukan oleh Pemerintah. Ketua Himpunan Pengusaha...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Pertamina MOR IV Bagikan 8.026 Paket Daging Qurban untuk Warga Sekitar

SEMARANG – Merayakan Idul Adha 1442 H, Pertamina melaksanakan potong hewan qurban dengan total sebanyak 85 ekor yang terdiri...

Stimulus Kelistrikan, Upaya Pemerintah Membantu Masyarakat di Tengah Pandemi

JAKARTA - Selama Pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia cukup banyak mengeluarkan program bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda