Pemkot Semarang Akan Beri Santunan Petugas KPPS Meninggal saat Bertugas

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu saat melayat ke rumah Bambang Saptono anggota KPPS yang meninggal di Jalan Kaligarang Raya, nomor 21, Semarang, Kamis (25/4/19).

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan memberikan santunan kepada para petugas penyelenggara pemilu yang meninggal saat menjalankan tugas.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu turut berduka atas wafatnya anggota KPPS, Bambang Saptono. Mbak Ita sapaan akrabnya bahkan datang melayat ke rumah duka di Jalan Kaligarang Raya, nomor 21, Semarang, Kamis (25/4/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.

Mbak Ita, berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarga almarhum Bambang Saptono. Apalagi, dia mengaku masih ada ikatan keluarga dengan almarhum.

“Jadi ini dukanya berlipat, satu berduka sebagai warga Kota Semarang yang satunya lagi karena masih ada ikatan keluarga dengan saya. Kami akan beri perhatian khusus,” kata Ita, Kamis (25/4/19).

Ita menerangkan, beberapa waktu lalu sudah melakukan rapat dengan Bawaslu dan KPU untuk koordinasi terkait korban Pemilu 2019. Saat ini Puskemas diminta menyediakan layanan kesehatan kepada Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) yang saat ini masih terus bekerja.

Dia mengimbau agar PPK yang merasa kelelahan atau kurang sehat bisa langsung berkomunikasi dengan wilayah setempat untuk memeriksakan diri. Dia juga meminta agar petugas kesehatan memantau dan mengecek kesehatan pada PPK.

“Kita minta Pemilu 2019 dengan model serentak ini dievaluasi, karena membutuhkan stamina yang ekstra. Apalagi sementara ini sudah ada 144 petugas Pemilu 2019 yang meninggal dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap pelaksanaan pemilu serentak direview. Menurutnya, perlu diadakan asuransi petugas pelaksana Pemilu untuk cover masalah kesehatan. Sehingga mereka yang sudah melakukan tugas luar biasa ini ada jaminan, jadi ada ketenangan dalam mereka melakukan kerja, apalagi ini lima tahun sekali.

“Kita minta pada KPU untuk ngurus ini semua, di Jawa Tengah lumayan banyak yang meninggal. Tapi ini menjadi pembelajaran bagi kita ternyata ada faktor X yang kita tidak pernah tahu, yang mestinya KPU secara institusi memerhatikan seperti ini,” katanya.

“Apakah serentak pusat, provinsi kabupaten. Atau serentak eksekutif atau legislatif. Kayaknya kalau bareng seperti ini tidak ringan, sangat berat mereka bekerja. Kita tidak menduga akan serumit dan membutuhkan tenaga waktu pikiran yang luar biasa. Juga tekanan yang luar biasa,” sambungnya.

Sampai 24 April 2019 pukul 19.00 petugas KPPS di Jawa Tengah yang meninggal telah 32 orang dan yang sakit sebanyak 249. Mereka dari Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Rembang, Magelang, Klaten, Batang, Kudus, Pekalongan, Kendal, Pemalang, Semarang dan Brebes.

Ganjar mengatakan akan memberikan santunan kepada keluarga petugas pemilu di Jawa Tengah yang meninggal dunia maupun yang dirawat di rumah sakit.

“Insyaallah besok (Jumat, 26/4/2019) akan kita kasih santunan. Tidak hanya yang meninggal, tapi yang sakit juga akan kami berikan,” tandasnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here