Pemkot Semarang Luncurkan Call Center 112 Versi 3

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi beserta jajaran saat melaunching Call Center 112 versi 3, Rabu (16/10/19).
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi beserta jajaran saat melaunching Call Center 112 versi 3, Rabu (16/10/19).

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meluncurkan Call Center 112 yang diperuntukkan sebagai layanan kegawatdaruratan yang menjanjikan reaksi dan penanganan cepat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pemerintah kota Semarang melalui Diskominfo menggandeng PT Esa Kreasi Negeri untuk mengembangkan Smart City dan memberikan layanan terintegrasi berupa Mobile Field Responden lewat Call Center 112 versi 3.

Call center 112 versi 3 ini bakal mengintegrasikan seluruh layanan kegawat daruratan pada semua OPD di Kota Semarang, diantaranya Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Kepolisian, BPBD, Basarnas dan lain sebagainya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, aplikasi 112 sebagai upaya pemerintah kota Semarang dalam membuka komunikasi dengan masyarakat.

“Jadi ada yang konvensional, tatap muka, ada yang SMS, whatsapp lewat lapor Hendi. Nah kalau 112 ini bisa telpon langsung, khususnya untuk kegawatdaruratan. Misal ada kebakaran, lihat tetangga jantung, butuh ambulan cepat, kecelakaan semua bisa dengan telpon call center 112,” kata Hendi sapaan Wali Kota usai melaunching fitur baru call Center 112, di Hotel Semesta Semarang, Rabu (16/10).

Hendi mengatakan, dengan waktu sekitar 20 menit dari laporan, petugas akan langsung datang dan mengatasi permasalahan. “Yang dijanjikan sistem ini, adalah penanganan cepat. Maksimal 20 menit sudah diatasi oleh OPD terkait,” kata Hendi.

Bedanya dengan versi lama, lanjut Hendi, pada call center versi 3 ini semua OPD lebih terintegrasi, saling bersinergi. Misal ada laporam kebakaran, petugas akan menghubungkan pemadam kebakaran, ambulan dan kepolisian. Ketiga instansi ini akan terhubung langsung lewat gawai masing-masing.

Kepala Diskominfo Kota Semarang,
Bambang Pramusinto mengatakan, call center versi 3 ini menyempurkan aplikasi dan call center yang telah ada sebelumnya.

“Aplikasi Lapor Hendi ada sebelum
call center 112 dilaunching. Keduanya sama-sama diperuntukkan sebagai upaya mengatasi aduan masyarakat terkait keluhan permasalahan di kota Semarang. Namun 112 khusus untuk kegawatdaruratan seperti kecelakaan atau karena bencana,” kata Bambang.

Menurut Bambang, call center 112 versi 3 telah dikembangkan fitur tambahan. Admin bisa memforward ketika ada kejadian yang melibatkan OPD terkait. Seperti ketika ada kebakaran maka admin akan secara langsung menghubungi Dinas Kebakaran, Ambulan Hebat dan Kepolisian.

Sementara itu, CEO PT Esa Kreasi Negeri, Agung Susanto menjelaskan bahwa call center versi 3 memiliki kelebihan, OPD bisa melakukan komunikasi lebih intens, keluhan masyarakat bisa benar-benar tuntas serta cek tracking bisa dipantau di call center. “Kemudahan komunikasi dengan OPD dengan rekan OPD dilapangan adalah kelebihan di call center 112 versi 3 ini,” terang Agung.

Agung menyebut, pengembangan Call Center 112, rencananya akan dikembangkan pula aplikasi mobile apps 112. “Aplikasi ini nantinya untuk pertolongan pertama, respon kegawatdaruratan, info BMKG juga peringatan bencana alam bahkan ada panic button juga di aplikasi ini,” katanya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here