Penjualan Properti di Semarang Melambat Awal Tahun 2023

SEMARANG – Penjualan properti di Kota Semarang mengalami penambahan di awal tahun 2023. Hal itu terlihat dari pameran perumahan yang digelar REI Jateng.
Penutupan Properti Expo Semarang ke 1 tahun 2023 hanya mampu mencatatkan penjualan 11 unit rumah dengan nilai transaksi Rp 12,2 miliar saja.
Nilai itu turun jauh dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mampu terjual 25 unit dengan nilai Rp 28 miliar.
Ketua Panitia PES 2023, Dibya K. Hidayat mengatakan, penurunan transaksi penjualan properti diprediksi karena ada pelambatan ekonomi. Untuk itu perlu peran pemerintah dalam mendongkrak pertumbuhan sektor properti.
“Mungkin perlu ada insentif lagi dari pemerintah seperti saat pandemi sehingga mampu menggairahkan kembali bisnis properti,” katanya Rabu 1 Februari 2023.
Menurutnya, insentif dari pemerintah bisa dari sisi pajak. Sedangkan perbankan juga bisa turut berperan dalam hal insentif suku bunga kredit.
“Dari pengembang juga perlu ada gimik gimik promo pemasaran untuk membantu penjualan dan juga bisa menggandeng perbankan,” ungkapnya.
Dijelaskan, perlambatan di sektor properti juga akan berdampak pada sektor lainnya. Misalkan saja stakeholder properti seperti material dasar bahan bangunan akan sepi, dan begitu juga sektor tenaga kerja banyak yang tak terserap.
“Jika perputaran sektor propertinya melambat jelas akan berdampak juga pada sektor lain yang ikut melambat,” jelasnya.
