Penjualan Rumah di Semarang Anjlok Akibat Pandemi Covid-19

SEMARANG – Penjualan rumah di Kota Semarang sepanjang tahun 2020 anjlok akibat pandemi Covid-19.
Hal itu terlihat dari pameran rumah yang digelar di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Penjualan Rumah di tahun 2020 di Kota Semarang tercatat mengalami penurunan sejak Covid-19 mulai masuk di Indonesia, terutama Kota Semarang.
Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, sepanjang tahun 2020 penjualan rumah secara jumlah unit memang tidak begitu terpaut jauh dengan 2019.
Adapun penjualan rumah selama pameran Property Expo Semarang tahun 2020 total terjual sebanyak 119 unit rumah dan di 2019 sebanyak 202 unit rumah.
“Penjualan secara unit hanya turun tiga unit saja, namu nilai dari harga rumah ini yang turun cukup banyak,” kata Dibya, Senin (21/12/20).
Dibya mengatakan, secara nilai penjualan rumah di tahun 2020 hanya mencapai Rp 123,7 miliar, sedangkan pada tahun 2019 mampu tembus di angka Rp 224 miliar.
“Rumah yang terjual pada tahun 2020 rata-rata turun dari 2019 yang biasanya Rp 1 miliaran, sekarang yang dibeli harga Rp 600 jutaan,” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya bersyukur karena sektor properti tetap bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Dikatakannya, banyak strategi dan inovasi baru yang muncul agar tidak sampai terjadi pengurangan karyawan dan roda usaha terus berjalan.
“Pengembang terus melakukan penyesuaian dengan permintaan pasar seperti rumah harga Rp 600 jutaan diperbanyak,” pungkasnya.
