Phapros Mulai Ekspor Obat TBC ke Peru

Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy) secara simbolis melepas ekspor obat TBC ke Peru, Senin (28/10)
Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy) secara simbolis melepas ekspor obat TBC ke Peru, Senin (28/10)

Semarang – PT Phapros, Tbk (“PEHA”) yang juga merupakan anak usaha dari PT Kimia Farma (Persero), Tbk, terus melakukan perluasan pasar ekspor ke luar negeri.

Teranyar, Phampros melakukan ekspor perdananya ke Peru, Amerika Selatan, Senin (28/10). Produk obat yang diekspor ke Peru adalah obat Tuberkulosis (TBC). Ekspor perdana, ke Peru tersebut dilakukan secara simbolis di Gudang Phapros di Kawasan Industri Candi Semarang.

Sebelumnya pada tahun 2014, Phapros juga telah melakukan ekspor perdana ke Kamboja dengan mengirim 11 jenis produk yang diantaranya merupakan produk unggulan PEHA seperti Antimo Group dan Dextamine.

Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy) mengatakan bahwa proses penjajakan kerjasama ekspor dan impor dengan Peru berlangsung sejak akhir tahun 2018 lalu.

Dia mengaku, terdapat hubungan yang baik antara Indonesia dengan Peru, dimana Phapros sebagai anak perusahaan BUMN saat itu mengetahui kebutuhan yang besar atas  produk  obat Tuberkulosis  (TBC) di Peru, untuk menekan prevalensi kasus penyakit TBC disana.

“Sehingga kami siap menjalin kerjasama dengan Peru di 2018 untuk produk obat TBC yang juga merupakan salah satu produk unggulan PEHA hasil pengembangan sendiri. Kerjasama di 2018 tersebut kemudian diwujudkan melalui ekspor Perdana kami ke Peru di 28 Oktober 2019” ujar Emmy.

Berdasarkan data World Health Organisation (WHO), prevalensi kasus TBC di Peru merupakan yang tertinggi di wilayah Amerika. Tingkat keberhasilan pengobatannya cenderung lambat hanya sekitar 1,5% per tahun di mana angka tersebut perlu ditingkatkan hingga 4-5% untuk mengakhiri epidemi TBC dan penyakit menular lainnya di 2030.

Emmy menuturkan, Peru memiliki banyak perusahaan farmasi lokal, namun diantara mereka belum ada yang bisa memproduksi obat TBC, sehingga ekspor ini juga merupakan salah satu pencapaian Phapros di tahun 2019.

“Total nilai ekspor ke Peru masih di bawah Rp 5 miliar, namun di masa depan kami optimis nilainya bisa lebih besar seiring dengan adanya proyek tender pemerintah negara setempat. Dengan upaya peningkatan ekspor ini, ke depannya kami juga berharap bisa menargetkan kontribusi ekspor dalam penjualan hingga di atas 5 persen,” tambahnya.(ZP/04)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here