PLN UIP JBT Serahkan 1.900 Bibit Pohon untuk Konservasi Pantai di Pati: Energi Hijau bagi Masyarakat

0

Pati – PT PLN (Persero) terus menjaga konsistensinya dalam peranannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga menjaga lingkungan sekitar.

Kali ini, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) menyerahkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa 1.900 bibit pohon kepada Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati.

Bantuan tersebut terdiri dari 1.500 bibit mangrove serta 400 bibit tabebuya dan cemara laut yang akan dimanfaatkan untuk konservasi kawasan pantai.

Penyerahan bantuan yang turut dihadiri Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II Provinsi Jawa tengah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, Kepala Desa Bulumanis Kidul, Kelompok Tani Lestari Pantaiku hingga tokoh masyarakat dan warga desa ini dilatarbelakangi oleh kondisi pantai di Desa Bulumanis Kidul yang masih gersang dan rentan abrasi.

Selama ini, keterbatasan biaya membuat masyarakat sulit melakukan konservasi pantai secara optimal. Oleh karenanya, PLN berupaya untuk hadir sebagai bentuk kepedulian PLN terhadap perbaikan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang rentan abrasi dan masih minim vegetasi.

Kepala Desa Bulumanis Kidul, Susanto menyampaikan apresiasi kepada PLN atas dukungan tersebut. Dirinya juga mengajak agar setiap masyarakat dapat menjaga dan merawat bibit pohon yang telah ditanam.

“Kami berterima kasih kepada PLN UIP JBT yang sudah peduli terhadap kondisi lingkungan di desa kami. Bantuan pohon ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk mencegah abrasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ecotourism. Oleh karena itu saya mengajak seluruh masyarakat desa untuk bersama-sama merawat bibit pohon ini,” ungkap Susanto.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (PLN UPP JBT 4), Ainanto Nindyo dalam sambutannya menerangkan alasan penyerahan bantuan ini.

Dirinya mengatakan bahwa tambak-tambak yang ada di Desa Bulumanis Kidul sangat dekat dengan garis pantai dan sangat rawan rusak apabila gelombang laut sedang tinggi. Oleh karena itu, dirinya berharap melalui penanaman bibit mangrove akan membantu menahan laju air. Sedangkan penanaman pohon tabebuya dimaksudkan untuk mempercantik kawasan pantai yang masih gersang.

“Program konservasi ini adalah langkah awal. Kami berharap, dari sini akan tumbuh sinergi yang lebih erat antara PLN dan masyarakat – bekerja sama, bergotong royong merawat dan menjaga berbagai tanaman yang sudah kita tanam ini sehingga dapat tumbuh subur dan bermanfaat untuk masa depan anak cucu kita,” lanjut Ainanto.

General Manager PLN UIP JBT, Widya Anggoro Putro, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap kelestarian lingkungan sekaligus komitmen perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik semata.

“PLN tidak hanya business as usual. Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, berkontribusi nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Melalui penanaman bibit mangrove dan tabebuya ini, kami berharap abrasi pantai dapat ditekan, ekosistem kembali pulih, dan pada saat yang sama tumbuh potensi baru bagi masyarakat seperti ecotourism,” ujar Anggoro.

Penanaman mangrove dan tabebuya ini diharapkan memberi manfaat nyata, mulai dari mengoptimalkan pemanfaatan lahan, mengembalikan habitat pantai, meningkatkan kualitas air, hingga menyerap karbon dioksida sebanyak 44.000 kg per tahun. Kehadiran vegetasi baru juga diyakini mampu menambah keanekaragaman hayati serta mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi.

Melalui program TJSL ini, PLN menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.***

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights