Presiden Jokowi Resmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1×660 MW

Presiden RI Joko Widodo meresmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1 x 660 Megawatt (Mw), di kompleks PLTU Cilacap Jl Lingkar Timur Karang Kandri Kesugihan, Cilacap, Senin (25/2)/istimewa.

CILACAP – Presiden RI Joko Widodo meresmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1 x 660 Megawatt (Mw), di kompleks PLTU Cilacap Jl Lingkar Timur Karang Kandri Kesugihan, Cilacap, Senin (25/2).

Pembangunan PLTU Cilacap Ekspansi 1 x 660 Mw itu berhasil diselesaikan lebih cepat dari target semula, yakni dengan durasi konstruksi 36 bulan sejak financing date pada 25 Oktober 2016. Peresmian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengejar target rasio elektrifikasi nasional.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan pembangunan PLTU tersebut menerapkan teknologi Super-Critical Boiler (batubara low range) dan Flue Gas Desulpurization yang didesain lebih efisien dan ramah lingkungan. PLTU tersebut menyuplai listrik bagi 682 ribu pelanggan rumah tangga.

Ditambahkan, hingga akhir tahun lalu, capaian rasio elektrifikasi nasional sebesar 98,3 persen. Pemerintah akan terus menggenjot rasio elektrifikasi nasional agar hingga akhir tahun ini dapat tercapai 99,9 persen.

“Kita akan mengejar target rasio elektrifikasi nasional di akhir 2019 ini menjadi 99,9 persen. Ini jauh lebih tinggi daripada target semula yang kita canangkan bersama di akhir 2014 yaitu 97,5 persen. Kita sudah berusaha mempercepat satu sampai dua tahun,” jelas mantan Direktur Utama PT KAI itu.

Jonan menerangkan, PLTU Cilacap Ekspansi 1×660 Mw itu dikelola PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) dengan kepemilikan saham sebesar 51 persen, dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) yang merupakan anak perusahaan PT PLN dengan kepemilikan 49 persen. Nilai investasinya hampir mencapai 900  juta dolar AS.

Kehadiran PLTU Cilacap Ekspansi 1×660 Mw itu juga berhasil menyerap cukup banyak tenaga kerja lokal. Setidaknya 800 orang tenaga kerja diserap untuk operasional, sedangkan saat pembangunan jumlah tenaga kerja yang diserap sekitar 4.000 orang.

“Dengan beroperasinya PLTU ini, maka terdapat peluang penambahan sambungan listrik baru kepada masyarakat untuk rumah tangga yang 900 volt ampere sebesar hampir 700 ribu (sambungan baru), kalau yang 450  volt ampere sekitar 1,4 juta (sambungan baru),” bebernya.

Menurut Jonan, lokasi PLTU Cilacap Ekspansi 1×660 Mw terletak di tiga desa, yaitu Karangkandri, Menganti dan Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dengan total luas 39,28 hektare.

Pada tahap kedua, dikembangkan pula proyek ekspansi berkapasitas 1×1.000 Mw. Proyek ekspansi tahap kedua tersebut diperkirakan siap beroperasi pada akhir tahun ini, dipercepat dari target semula Agustus 2020. Saat ini, proyek ekspansi tahap kedua ini berada pada tahap uji coba mesin.

Peresmian PLTU Cilacap Ekspansi 1×660 Mw itu disambut baik oleh Presiden Joko Widodo.
Kepala Negara menegaskan, listrik bukan hanya merupakan persoalan penting bagi pengembangan ekonomi. Ketersediaan listrik di desa-desa terpencil, khususnya di Indonesia bagian timur, sangat berarti pula bagi kemajuan pendidikan.

“Dengan adanya listrik di desa-desa terpencil, anak-anak kita bisa belajar di malam hari. Industri rumah tangga yang ada di desa-desa juga bisa bekerja pada malam hari, yang biasanya mereka tidak bisa bekerja. Inilah pentingnya listrik,” tegasnya.

Presiden juga mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga angin dan air di Indonesia. Langkah tersebut penting agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada penggunaan energi fosil.

“Kita masih memiliki angin yang tidak akan habis. Kita juga memiliki air sungai yang tidak akan habis. Misi ke depan, kita tidak ingin ketergantungan terus dengan energi fosil. Saya sangat menghargai PLTU yang ada Cilacap ini, (kapasitas) besar ini sehingga menambah suplai listrik kita terutama di Jawa, baik untuk industri maupun perorangan di rumah tangga. Untuk yang (proyek ekspansi tahap kedua) 1.000 Mw juga akan diselesaikan akhir tahun ini,” ujarnya mengapresiasi.

Sementara itu, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Cilacap selalu terbuka dengan investor. Terlebih, pihaknya memiliki lahan seluas kurang lebih 32 ribu hektare yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan investasi dan memajukan daerah.

“Dengan berbagai potensi yang ada kami berharap Kabupaten Cilacap dapat menjadi rising star di Jawa Tengah sebagai pusat industri, di Jawa Tengah bahkan di Indonesia,” harapnya.

Presiden Joko Widodo kemudian berkeliling meninjau PLTU Cilacap Ekspansi 1×600 Mw itu, didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here