REI Sertifikasi Kompetensi 65 Pengembang di Jateng

Paulus Totok Lusida, Sekjen DPP Real Estat Indonesia (REI) saat membuka kegiatan diklat anggota DPD REI Jateng di Harris Hotel Semarang, Selasa (12/2).

SEMARANG- Real Estate Indonesia (REI) akan melakukan sertifikasi kompetensi kepada 65 pengembang properti anggota REI di Jawa Tengah yang dilaksanakan 14 – 15 Februari 2019 mendatang.

Adapun Sertifikasi dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) REI yang merupakan satu-satunya lembaga sertifikasi yang saat ini diakui pemerintah.

Ketua DPD REI Jateng, MR Prijanto mengatakan, 65 peserta yang ikut sertifikasi merupakan anggota REI yang baru bergabung di tahun 2018 kemarin.

Disebutnya, sertifikasi ini sesuai dengan UUD nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, di mana pemerintah mensyaratkan pengembangan harus bersertifikat.

“Ini disyaratkan supaya pengembang memang betul-betul berkompeten dalam membangun, jadi benar-benar tahu, sehingga tidak dibilang abal-abal yang tahu-tahu pergi,” katanya dalam kegiatan diklat bagi anggota DPD REI Jateng, di Haris Hotel Semarang, Selasa (12/2).

Dikatakan, ke depan sedikitnya 300 anggota REI Jateng akan disertifikasi semua. Sedangkan, bagi di luar anggota REI yang ingin disertifikasi tidak menutup kemungkinan akan dilayani.

“Sementara memang kita masih anggota dulu, namun tidak meuntup kemungkinan yang ingin disertifikasi REI juga bisa. Beberapa daerah juga ada yang minta, karena LSP REI ini memang satu-satunya,” ujarnya.

Ditambahkan, ada tujuh skema uji kompetensi yang bisa diikuti oleh para pengembang mulai
pemilihan lokasi, membangun hunian, memasarkan, perizinan, keuangan, managemen dan lainnya. Namun, lanjutnya pada sertifikasi kali ini dibatasi hanya dua saja.

“Sertifikasi di Jateng perdana, sebelumnya di Jawa Barat, minggu depan, Palembang, Pekan Baru, Batam, setiap bulan bergerak untuk sertifikasi anggota REI se-Indonesia yang jumlahnya lebih dari 5000,” tandasnya.

Sementara pada kegiatan diklat anggota DPD REI Jateng tersebut diikuti sebanyak 165 anggota. Kegiatan sendiri akan dilakukan selama dua hari Selasa – Rabu, 12 – 13 Februari 2019 dan dilanjutkan sertifikasi kompetensi pengembang tersebut. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here