PeristiwaSatpol PP Bongkar 600 Lapak yang Berdiri di Atas...

Satpol PP Bongkar 600 Lapak yang Berdiri di Atas Saluran Air Pasar Peterongan

-

- Advertisment -spot_img

Petugas Satpol PP Kota saat melakukan pembongkaran lapak pedagang yang berdiri di atas saluran air di Pasar Peterongan, Semarang, Kamis (31/10/19).

SEMARANG – Satpol PP Kota Semarang membongkar 600 lapak pedagang yang berdiri di atas saluran air di Pasar Peterongan, Semarang, Kamis (31/10/19).

Para pedagang diminta segera pindah ke tempat yang telah disediakan yakni di Pasar Peterongan lantai 2.

Para petugas Satpol PP bertindak tegas dengan mengeluarkan satu per satu barang dagangan yang ada di lapak.

Suasana semakin riuh ketika beberapa pedagang merasa tidak terima dan melakukan perlawanan terhadap petugas. Namun, petugas tetap memindahkan barang-barang milik pedagang.

Satpol PP juga mengerahkan satu alat berat untuk merobohkan lapak-lapak tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pembongkaran dilakukan lantaran para pedagang enggan meninggalkan lokasi tersebut, padahal sebelumnya sudah diperingatkan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk segera menenpati Pasar Peterongan lantai 2.

“Peringatan sudah dilakukan oleh Dinas Perdagangan hingga tiga kali. Tempat sudah disiapkan, saya yakin itu cukup,” kata Fajar.

Dia mengatakan, lapak yang digunakan para pedagang berdiri di atas saluran. Hal tersebut tentu melanggar peraturan. Apalagi, kawasan tersebut akan dilakukan peningkatan jalan dan normalisasi saluran yang nantinya bisa menjadi akses untuk mengurai kemacetan di wilayah tersebut.

“Sementara ini kami tertibkan mulai dari tengah hingg ke ujung Pasar, dalam waktu dekat kami akan tertibkan lagi hingga ujung pasar yang ada di Jalan Sompok atau samping Metro,” ujarnya.

Salah satu pedagang Pasar Peterongan, Yani mengaku kecewa terhadap pembongkaran tersebut. Meski sudah mendapat peringatan, para pedagang menginginkan adanya negosiasi langsung dengan Wali Kota Semarang.

“Pak wali belum negosiasi sama kami. Pak wali belum bertemu pedagang sama sekali, tiba-tiba langsung dibongkar,” ucapnya.

Sebenarnya, pihaknya tidak ingin menghambat program pemerintah. Hanya saja, dia menilai pasar yang dijadikan relokasi tidak layak untuk ditempati.

Menurutnya, Pemerintah seharusnya melakukan revitalisasi pasar sebelum pedagang dipindah ke dalam pasar.

“Kami tidak mau pindah karena tempatnya tidak layak. Bangunannya mau amrol. Kalau misalkan dibangunkan kami mau saja pindah,” katanya.

Senada, pedagang sayuran, Eni Maryani pun mengaku kecewa. Dia merasa digusur secara paksa, padahal selama ini pihaknya selalu membayar retribusi kepada pemerintah.

“Saya tidak pernah mengikuti rapat tiba-tiba dikasih surat peringatan ini,” ucapnya.

Dia berencana akan mengadu kepada Wali Kota terkait pembongkaran ini. Dia pun bersedia diajak musyawarah untuk pembangunan pasar agar lebih baik.

“Kami diajak musyawarah oke, membangun pasar oke, kami siap. Kami tidak akan anarkis,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Wartawan Dan Polresta Banyumas Bagikan Paket Sembako

PURWOKERTO - Covid 19 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, baik usia muda, dewasa maupun tua. Virus yang mematikan...

JNE dan Dompet Kemanusiaan Media Group Kirim Tabung Oksigen Gratis ke RSUP Kariadi Semarang

SEMARANG – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir dan dampak yang ditimbulkan hingga saat ini sangat berpengaruh besar...

Telkomsel Ajak Masyarakat Lakukan #YangKitaBisa

JAKARTA – Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang tengah menghadapi pandemi, Telkomsel berupaya untuk menempatkan diri berdampingan bersama masyarakat...

Komunitas Tionghoa Semarang Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

SEMARANG - Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (PORINTI) Kota Semarang membagikan sembako kepada warga terdampak PPKM Darurat. Pembagian tersebut dilakukan bersama...
- Advertisement -spot_imgspot_img

90% Dikorbankan, Efektifkah PPKM?

SEMARANG - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng menilai, sejumlah Kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 yang sudah terjadi...

Brantas Abipraya Gelar Vaksin COVID-19 Gratis

JAKARTA - Pandemi COVID-19 belum berakhir, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan laju penularan virus ini. Guna menyokong...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda