Selamatkan Upacara Pengibaran Bendera, Yohanis Terima Beasiswa sampai S1 dari PLN

Yohanis (berseragam) penyelamat upacara pengibaran bendera bendera peringatan HUT RI ke 73 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Kab. Belu, NTT,Jum’at (17/8)

Jakarta  – Aksi heroic Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT yang memanjat tiang bendera untuk melepaskan tali yang tersangkut saat upacara bendera peringatan HUT RI ke 73 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Kab. Belu, NTT,Jum’at (17/8) langsung viral di dunia maya.

Yohanis yang memiliki nama lengkap Gama Marschal Lau saat ini menduduki bangku kelas VII SMP Negeri Silawan, NTT. Aksinya tersebut direkam oleh salah peserta upacara dan secara cepat tersebar luas melalui berbagai media sosial facebook, instagram sampai youtube.

“MERDEKA !! SALUT  ketika tali putus dalam Upacara di Motaain ,Seorang siswa SMP spontan memanjat tiang BENDERA dan membenarkan tali untuk Bendera bisa dikibarkan kembali,” demikian dibagikan oleh pemilik akun facebook Novita Mangga.

Bahkan disitus youtube aksi heroic, Yohanis ini dibagikan oleh ratusan pengguna youtube dan sudah ditonton oleh ribuan orang. Dalam video tersebut, mereka kenekatan Yohanis yang bertubuh kecil saat menaiki tiang bendera.

Tanpa rasa takut bocah berbadan kurus itu, perlahan naik sampai ujung tiang. Bahkan Nampak tiang yang kecil sampai nyaris melengkung saat Yohanis berada dipuncak. Beberapa peserta upacara nampak sigap dengan cepat memegang pangkal tiang untuk berjaga-jaga.

Setelah berhasil menarik tali yang putus tepuk tangan gemuruh diberikan oleh seluruh peserta upacara. Dan akhirnya bendera berhasil berkibar.

Yohanis tinggal di Dusun Halimuti, Desa Silawan Kec. Tastim, Kab. Belu. Jarak rumahnya dari kota Atambua sekitar 21 kilometer dan 2 kilometer dari PLBN Terpadu Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Yohanis yang baru berumur 14 tahun ini secara spontan dan lincah memanjat tiang bendera dengan ketinggian 9 meter.

Aksi anak bungsu dari 9 bersaudara ini membuat decak kagum para peserta upacara saat itu, terlebih warga internet yang melihat aksinya lewat dunia maya. Tindakan Yohanis menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan betapa putra bangsa yang tinggal di daerah perbatasan sangat mencintai negaranya.

Tergerak atas aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut dengan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi Strata 1 (S1).

PLN Peduli merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang salah satunya memberi perhatian khusus pada bidang pendidikan. Sejak video tersebut beredar, PLN segera mendatangi alamat rumah Yohanis dan bertemu kedua orangtuanya, yaitu Victorino Fahik Marschal dan Lorenca Gama, serta mengabarkan bahwa anaknya akan mendapatkan beasiswa pendidikan hingga kuliah S1. Kelak besar nanti, Yohanis bercita-cita menjadi seorang tentara.

Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali mengapresiasi tindakan Yohanis yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan cinta NKRI.

“Aksi Yohanis sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanis menjadi ‘Putra PLN’ dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1,” ungkap Ali.

Ali mengakui, Yohanis memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, berani mengambil resiko, membanggakan dan bisa menjadi tauladan bagi generasi muda Indonesia.(ZP/04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here