Sido Muncul Gelontorkan Bantuan untuk Yayasan Kasih Anak Kangker Indonesia

Direktur Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Irwan Hidayat, didampingi Presiden Rotary Club of Semarang Bojong, Elenora Aprilia, secara simbolis menyerahkan bantuan bagi Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKi), yang diterima Ketua YKAKi Semarang, Vita Mahaswari, Rabu (29/7/2020).

SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menunjukkan kepeduliannya kepada lingkungan sekitar. Kali ini, Sido Muncul memberikan bantuan bagi anak-anak penderita kanker, melalui Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKi).

Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Irwan Hidayat, didampingi Presiden Rotary Club of Semarang Bojong, Elenora Aprilia, kepada Ketua YKAKi Semarang,Vita Mahaswari, Rabu (29/7/2020), di Yayasan YKAKi Semarang, Komplek PJKA, Jalan Kedung Jati No. 6, RT. 1 / RW. 7, Randusari, Semarang.

Dalam kesempatan tersebut Irwan Hidayat mengatakan, bantuan yang diberikan Sido Muncul berupa 205 paket sembako, 20 karton produk Tolak Angin, dan 20 karton produk Kapsul JSH. Selain itu, diberikan juga uang senilai Rp100 juta yang dimaksudkan untuk pembayaran biaya sewa rumah singgah YKAKi.

“Selain sembako dan produk Sido Muncul, kami juga berikan uang Rp100 juta, dimana uang tersebut bisa digunakan untuk biaya sewa rumah singgah bagi anak-anak dan keluarga penderita kanker ini yang sampai Rp85 juta/tahun,” kata Irwan.

Terkait bantuan produk Sido Muncul, Irwan mengaku, khusus memberikan produk Tolak Angin dan Kapsul JSH. Pasalnya, kedua produk tersebut sangat bagus untuk meningkatkan daya tahan tubuh, khususnya bagi anak-anak penderita kanker.

“Tolak Angin dan Kapsul JSH bagus untuk daya tahan tubuh, untuk anak anak di sini (Rumah Singgah YKAKi-red),” ujar Irwan.

Irwan menjelaskan, produk Tolak Angin sudah dibuktikan oleh sejumlah ahli dan peneliti dapat meningkatkan Sel-T yang penting untuk daya tahan. Penelitinya bahkan menganjurkan untuk konsumsi Tolak Angin 2×1 per hari, minimal 7 hari untuk menumbuhkan Sel-T.

“Tolak Angin secara ilmiah sudah terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh, seperti hasil penelitian dari Prof. dr. Edi Dharmana, M.Sc., Ph.D, Sp.,” jelasnya.

Menurutnya, Tolak Angin merupakan produk herbal yang telah dilakukan Uji Khasiat atau Uji Manfaat pada tahun 2007 oleh Lembaga Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, di bawah pimpinan Prof. dr. Edi Dharmana, M.Sc., Ph.D, Sp. Hasilnya, minum Tolak Angin dua sachet dalam sehari setiap hari terbukti meningkatkan sel-T secara umum (bakteri, kuman, dan virus) yang merupakan indikator daya tahan tubuh.

Adapun untuk Kapsul JSH, lanjut Irwan, sangat cocok juga untuk mereka yang memiliki penyakit, seperti para penderita kanker ini. Dari penelitian, penderita kanker memiliki kandungan asam yang tinggi dalam tubuhnya, sehingga membutuhkan alkali.

“Nah, Kapsul JSH ini memiliki kandungan alkali yang tinggi, yang bagus dikonsumsi mereka yang memiliki penyakit dalam tubuhnya. Ini bahkan sudah ada testimoninya dari para penderita Covid-19, yang dinyatakan negatif setelah rutin konsumsi Kapsul JSH,” ujar Irwan.

Dalam kesempatan tersebut, Rotary Club of Semarang Bojong juga turut andil memberikan bantuan bagi YKAKi. Bantuan yang diserahkan berupa masker, tepung, susu, biskuit, hand sanitizer, minyak telon, face field dan lain-lain.

Presiden Rotary Club of Semarang Bojong, Elenora Aprilia menuturkan, bantuan dari Rotary Club of Semarang Bojong ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Sido Muncul yang disesuaikan dengan kebutuhan yayasan.

Ketua YKAKi Semarang, Vita Mahaswari menyatakan terima kasihnya atas kepedulian Sido Muncul dan Rotary Club of Semarang Bojong. Vita mengaku, saat ini ada sekitar 205 anak penderita kanker yang masih memanfaatkan rumah singgah YKAKi, dari berbagai daerah.

“Untuk saat ini sendiri ada 4 anak yang ada di rumah singgah yang tengah rutin menjalani pengobatan di Rumah Sakit Kariadi, dan 3 anak lainnya masih dirawat di rumah sakit,” terangnya.

Menurut Vita, penderita kanker yang dibantu YKAKi rata-rata berusia antara 0-18 tahun. Namun, mayoritas masih balita, dengan jenis penyakit kanker tulang, kanker mata, kanker ginjal, dan lain-lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here