NasionalSoal ASN Anti-Pancasila, DPRD Jateng: Kalau Benar Berarti Ada...

Soal ASN Anti-Pancasila, DPRD Jateng: Kalau Benar Berarti Ada Kecolongan

-

- Advertisment -spot_img

Istimewa.

SEMARANG- Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sriyanto mengatakan, kalau benar banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang anti-Pancasila berarti ada kecolongan saat proses seleksi calon Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kalau itu benar menjadi tanggung jawab bersama. Yang terpenting survey itu benar. Apalagi itu ASN, tentu dari awal ada screaning, dalam arti pada tahap rekrutmen berarti ada kecolongan saat awal,” kata Sriyanto menanggapi pernyataan Kemendagri terkait adanya 19,4% PNS di Indonesia tidak setuju dengan ideologi Pancasila, Senin (19/11).

Sriyanto mengatakan, semoga data yang diungkapkan Kemandagri tersebut benar sesuai dengan fakta. Karena, lanjutnya jangan sampai sedikit-sedikit yang berbeda pandangan politik dianggap anti-Pancasila.

“Mudah-mudahan Kemendagri survey itu murni pernyataannya benar-benar sesuai fakta. Tapi jangan karena oh sana enggak sepaham politiknya kemudian dianggap anti-Pancasila, kami harus mempertanyakan dulu,” ucapnya.

Sejauh ini, Sriyanto meyakini para ASN tetap memegang teguh Pancasila mengingat sudah sejak Sekolah Dasar telah diajarkan tentang Pancasila, sehingga harus berpikir positif.

“Saya yakin Pancasila itu sejak lahir, sudah dari SD diajaran kok, jangan terlulu mengkhawatirkan dikit-dikit antipancasila. Lebih baik kita positif tingking, banyak tanggung jawab, banyak tugas di depan kita, lebih baik kita tak ke semacam itu,” terangnya.

Diketahui, data Kemendagri itu merujuk pada hasil survei dari lembaga Alvara Strategi Indonesia yang terbit pada Oktober 2017. Isinya menyatakan bahwa 19,4% PNS menyatakan tidak setuju dengan Pancasila, dan lebih percaya dengan ideologi khilafah. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Kominfo Bersama Smartfren Gelar Uji Coba Teknologi 5G Tahap Kedua

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Smartfren menggelar pengujian 5G tahap kedua. Uji coba teknologi...

Asrama BPSDMD Jateng Dibuka Penuh Untuk Isolasi Terpusat

SEMARANG – Komplek Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah kembali dioptimalkan untuk dijadikan tempat isolasi...

Jateng Valley Mulai Dikerjakan

UNGARAN  – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pengembang Jateng Valley mengelola pembangunan yang berorientasi lingkungan. Selain itu, Ganjar...

XL Axiata Kebut Vaksinasi Karyawan dan Keluarganya

*Total 75% Karyawan Sudah Vaksin JAKARTA- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) secara bertahap terus melakukan vaksinasi kepada karyawan. Kini...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Whatsapp Akhirnya Batalkan Kebijakan Baru Tentang Privasi

TERKAIT berbagai isu keamanan dan privasi yang sedang ramai belakangan ini, Masyarakat sempat dibuat “kebingungan” salah satunya ketika Whatsapp...

Covid Menggila, Penjualan Rumah Anjlog

SEMARANG - Meledaknya jumlah kasus covid-19 di sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Kudus, Semarang, Demak, Purwodadi dan daerah...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda