Telkomsel Gelontorkan Bantuan Rp1,547 Triliun Selama Pandemi Covid-19

Telkomsel menyerahkan bantuan peralatan kesehatan berupa 4 unit ventilator, 200 unit thermogan, 1.000 booth medis, 2.000 set APD, dan 3.000 head cover kepada Rumah Sakit Ananda Purwokerto, pada Rabu (27/5/2020).

SEMARANG – Sejak mewabahnya Covid-19 di Indonesia pada Februari hingga Mei 2020, Telkomsel melalui program Corporate Social Responbility (CSR) telah menggelontorkan dana hingga Rp1,547 triliun. Jumlah tersebut diaplikasikan melalui dua pilar, yakni layanan senilai Rp1,2 triliun dan penanganan Covid-19 senilai Rp34,7 miliar.

VP Corporate Communications Telkomsel, Deni Abidin mengatakan, untuk pilar layanan, dana CSR diwujudkan melalui bantuan akses data gratis bagi dunia pendidikan dan dunia kesehatan. Sedangkan pada pilar penanganan Covid-19, Telkomsel telah menyalurkan bantuan peralatan penunjang kesehatan bagi para tenaga medis di sejumlah rumah sakit di seluruh Indonesia, serta bantuan bagi dhuafa dan masyarakat terdampak Covid-19.

“Bantuan paket data gratis, lanjutnya, masing-masing sebesar 30 GB/bulan sudah dinikmati oleh lebih dari 6 juta pelajar se-Indonesia. Adapun yang terbaru bantuan paket data gratis 25 GB/bulan telah mulai disalurkan bagi 10.000 relawan Covid-19,” kata Denny Abidin, dalam Conferensi Pers Virtual, Penyerahan Bantuan Alat Kesehatan dari Telkomsel kepada Rumah Sakit Ananda Purwokerto, Rabu (27/5/2020).

Ditambahkan, untuk pilar bantuan penanganan Covid-19, Telkomsel telah menyalurkan alat penunjang kesehatan, seperti sekitar 100.000 paket Alat Pelindung Diri (APD), serta ribuan ventilator, thermogan, booth medis, headcover dan lain-lain.

“Tak hanya itu, Telkomsel juga telah melakukan modernisasi jaringan di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia, dan juga Wisma Atlit sebagai tempat karantina penderita Covid-19,” imbuhnya.

Denny mengakui, awalnya tak mudah bagi Telkomsel untuk pengadaan bantuan APD, mengingat pasokan yang sangat terbatas. Namun begitu, Telkomsel melakukan pemberdayaan masyarakat, menggandeng start up untuk pembuatan APD bersertifikat WHO.

“Telkomsel bersama start up melatih ibu-ibu penjahit di Jawa Timur untuk pembuatan APD dengan sertifikat WHO, dan hingga kini sudah berhasil memproduksi sekitar 13.000 set APD. Ini sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat dan UMKM lokal,” terangnya.

Terkait bantuan kepada Rumah Sakit Ananda Purwokerto, Telkomsel memberikan 4 unit ventilator, 200 unit thermogun, 1.000 bootsmedis, 2.000 set APD, dan 3.000 head cover. Bantuan diserahkan secara virtual oleh EVP EAST Telkomsel, Adiwinahyu B. Sigit kepada Direktur Rumah Sakit Ananda Purwokerto, dr. Widayanto M.Kes.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Widayanto menyatakan apresiasi sebesar-besarnya atas kepedulian Telkomsel terhadap para tenaga medis. Widayanto pun menyampaikan, sebagian bantuan tersebut juga akan disalurkan kembali kepada sejumlah rumah sakit dan puskesmas-puskesmas yang membutuhkan, serta para bidan di sekitar area Jateng.

“Bantuan dari Telkomsel ini sangat bermanfaat bagi para tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini. Namun, kami juga perlu memperhatikan tenaga-tenaga medis di tingkat puskesmas yang juga butuh dukungan, dan juga para bidan yang masih minim peralatan pengamanan kesehatan untuk Covid-19,” ujarnya.

Disinggung rata-rata kebutuhan APD di Rumah Sakit Ananda Purwokerto dalam sehari sekitar 20 pieces. Dari jumlah tersebut, 12-14 pieces untuk penanganan layanan kesehatan terkait Covid-19, dan sisanya untuk penggunaan di ruang operasi.

“Bantuan dari Telkomsel ini setidaknya bisa mencukupi untuk kebutuhan hingga satu bulan, baik untuk Rumah Sakit Ananda Purwokerto sendiri, maupun untuk puskesmas dan para bidan,” tuturnya.

Dokter Widayanto pun tak memungkiri, sejak pandemi Covid-19, tingkat kunjungan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Ananda Purwokerto turun antara 35-40% dari kondisi normal, dan pasien rawat inap turun 50%.

Menurutnya, di tengah situasi semacam ini banyak masyarakat yang menunda untuk berobat ke rumah sakit. Apalagi, kini sejumlah rumah sakit telah menerapkan layanan online, baik untuk konsultasi sekaligus pembayarannya, sehingga meminimalisir kontak fisik. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here