Tidak Perlu Takut Jika IVA Test Positif, BPJS Kesehatan Menjamin Krioterapi di Puskesmas Halmahera

SEMARANG – Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker yang banyak diderita wanita. Tetapi sebenarnya kanker ini bisa dicegah. Terutama jika kanker ditemukan dalam kondisi lesi prakanker. Sehingga bagi perempuan yang telah aktif melakukan hubungan seksual perlu adanya perhatian khusus untuk rutin melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) / Papsmear untuk mengenali gejala kanker leher rahim.

Dalam program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pemeriksaan IVA/Papsmear termasuk dalam pelayanan Penapisan atau Skrinning Kesehatan tertentu yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), laboratorium jejaring FKTP, atau laboratorium yang bekerjasama.

“Untuk alur pelayanan IVA/papsmear peserta JKN-KIS bisa datang di FKTP terdaftar, Dokter akan melakukan pemeriksaan dan juga menilai faktor risiko peserta. Jika peserta memiliki indikasi medis dan faktor risiko maka dokter FKTP akan memberi surat pengantar skrinning kepada peserta untuk melakukan IVA/Papsmear. Untuk pemeriksaan IVA hanya bisa dilakukan di FKTP yang memiliki dokter atau bidan yang telah memiliki sertifikasi kompetensi pemeriksaan IVA, sedangkan papsmear bisa dilakukan dengan Laboratorium yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” kata Asri Wulandari Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Semarang.

Pemeriksaan IVA/ Papsmear yang dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan ketentuan, Pertama, dilakukan dengan frekuensi 1 (satu) kali setahun dengan sebelumnya mengisi surat pernyataan belum skrinning di FKTP/ laboratorium tempat melaksanakan IVA/Papsmear.

Kedua, Jika hasil pemeriksaan IVA/Papsmear negatif maka pemeriksaan IVA/Papsmear dapat dilakukan pada 3 tahun berikutnya.

Ketiga, Jika hasil IVA/Papsmear positif,, maka pemeriksaan IVA/ Papsmear selanjutnya dapat dilakukan pada tahun berikutnya dan peserta akan diberikan surat rujukan untuk memperoleh pelayanan krioterapi di FKTP yang berkompeten.

Krioterapi yang merupakan kelanjutan tindakan bagi pasien dengan hasil pemeriksaan IVA positif merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang bisa dibiayai oleh BPJS Kesehatan.

“Sebenernya jika melihat hasil IVA positif tidak berarti serta merta langsung dilakukan tindakan krioterapi. Tentunya perlu dikonsulkan lagi ke dokter di Puskesmas kami yang menangani pasien krioterapi, berdasarkan rekam medis yang dituliskan oleh faskes perujuk kepada kami, karena terkadang hasil iva tersebut bisa berubah yang semula positif ketika kami lakukan pengecekan ulang IVA ternyata hasilnya menjadi negatif,” ucap Tri Suksesi selaku Bidan dan Koordinator RB Puskesmas Halmahera Semarang.

Tri Suksesi menambahkan pemeriksaan ulang ini kadang perlu dilakukan karena ada beberapa kondisi ketika pasien dilakukan pengecekan IVA sebelumnya ternyata sedang mengalami servisitis (peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim). Karena IVA positif belum tentu kanker serviks namun apabila dibiarkan dan tidak ditindaklanjuti maka dapat menyebabkan kanker serviks dalam jangka waktu lama.

Puskesmas Halmahera Semarang sejak Februari 2019, telah aktif memberikan pelayanan Krioterapi dan juga bisa menerima rujukan dari Faskes lain. Pelayanan Krioterapi sendiri rutin dilaksanakan setiap hari Selasa selama jam pelayanan Puskesmas dan ditangani langsung oleh dokter Sri Windarti yang telah memiliki sertifikasi untuk memberikan pelayanan Krioterapi.

“Perlu diketahui, bagi Faskes yang akan merujuk pasien untuk dilakukan Krioterapi di Puskesmas Halmahera, maka harus membuat jadwal/janji dengan Pihak Puskesmas terlebih dahulu untuk menghindari penumpukan pasien dan memberikan kenyamanan pasien mengingat untuk saat ini pelayanan Krioterapi di Kota Semarang hanya ada satu-satunya di Puskesmas Halmahera” tutup dokter Sri Windarti. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here