PeristiwaTinjau Banjir di Purworejo, Sekda Minta Kesehatan Masyarakat Diperhatikan

Tinjau Banjir di Purworejo, Sekda Minta Kesehatan Masyarakat Diperhatikan

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, meminta penanganan bencana alam lebih mengutamakan penyelamatan jiwa. Selain itu, pemenuhan kebutuhan logistik dan kesehatan para korban, serta penyelamatan harta benda.

“Penanganan bencana banjir harus secara serius. Saya sudah perintahkan kepada semua yang pertama adalah selamatkan jiwa, kemudian jangan sampai ada warga kehabisan logistik atau tidak bisa makan, serta kesehatan harus diperhatikan,” ujar Sekda di sela tinjauan banjir di Balai Desa Karangsari, Kecamatan Purwodadi, Senin (18/3/2019).

Ia menjelaskan, banjir yang menggenangi sedikitnya empat kecamatan yaitu, Kecamatan Bagelen, Purwodadi, Ngombol, dan Bayan terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Purworejo dan sekitarnya sejak Minggu (17/3/2019) malam. Hal itu mengakibatkan tanggul jebol dan air Sungai Bogowonto meluap.

“Hujannya deras dan ada tanggul yang jebol. Kondisi di lapangan pada Senin (18/3/2019) siang, air sudah mulai surut tetapi masih ada rumah-rumah warga yang tergenang banjir,” terangnya.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jateng untuk mengatasi bencana alam tersebut. Di antaranya pemberian bantuan logistik, pendirian posko evakuasi maupun kesehatan, serta dapur umum di sejumlah titik. Tidak kalah penting adalah segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak guna penanganan lebih lanjut.

“Ada tanggul yang jebol itu kewenangan pemerintah pusat dan kami mengoordinasikan. Kalau ada bencana seperti ini, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten harus hadir menyelamatkan jiwa dan memberi ketenangan kepada masyarakat,” beber Sekda didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Jateng Sarwa Pramana, Kepala BPBD Jateng Sudaryanto, dan Sekda Purworejo Said Romadhon.

Untuk penangaanan banjir ke depan, kata dia, akan dilakukan langkah-langkah lebih riil. Karena banjir akibat hujan deras dan limpasan air sungai, juga terjadi di sejumlah daerah di Jateng, seperti Klaten, Batang, dan Pekalongan. Sehingga pengerukan sungai juga harus rutin dilakukan guna mencegah pendangkalan yang mengakibatkan banjir.

“Masyarakat tetap tenang, karena kami selalu berupaya membantu,” pintanya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Penerimaan Pajak Jateng I Capai Rp 24 Triliun hingga November 2021

SEMARANG - Kinerja penerimaan Pajak Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I hingga tanggal 30 November 2021 tercatat adanya pertumbuhan...

Erick Thohir Tunjuk Darmawan Prasodjo Jadi Direktur Utama PLN

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2021 memutuskan mengangkat dan menetapkan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama...

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Tinjau Kesiapan Sarfas Pertamina

SEMARANG - Guna memastikan seluruh kegiatan operasi dan layanan kepada masyarakat berjalan dengan lancar di tengah kondisi pandemi, Komisaris...

PLN Berikan Gerobak Motor Listrik Kepada UKM, Tingkatkan Produktivitas

SEMARANG – PLN memberikan bantuan gerobak motor listrik kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Jawa Tengah...
- Advertisement -spot_imgspot_img

SWI Minta Masyarakat Waspadai Penawaran Aset Kripto

JAKARTA - Satgas Waspada Investasi (SWI) meminta masyarakat untuk mewaspadai penawaran investasi aset kripto yang saat ini marak agar...

PGN Siap Kembangkan Pasar Gas Bumi Jawa Tengah

JAKARTA - Dalam rangka mewujudkan penyediaan gas bumi untuk Jawa Tengah, PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina menandatangani...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda