Tren Belanja Elektronik Online Meningkat di Tengah Pandemi

Dengan melakukan protokol kesehatan ketat, pelanggan Superstore Global Elektronik Semarang merasa lebih aman dan nyaman, ketika berinteraktif dengan team sales.

SEMARANG – Tingginya kasus terpapar virus corona di Indonesia telah membuat masyarakat khawatir ketika hendak belanja offline dengan pergi ke toko. Tak heran jika orang mempertanyakan lebih baik belanja online atau offline selama pandemi covid-19.

Praktisi bisnis ritel elektronik yang juga Managing Director Global Elektronik, Gouw Andy Siswanto, mengatakan, belanja online maupun offline memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ada barang yang memang bisa dibeli secara online untuk menghindari kontak fisik, juga ada barang yang wajib dilihat langsung untuk membelinya yakni belanja offline (mengunjungi toko).

“Untuk belanja offline, masyarakat nampak lebih berhati-hati, antara lain menjaga jarak, menggunakan masker, dan membawa handsanitizer. Bahkan, sebagian konsumen malah menggunakan sarung tangan ketika menyentuh barang,” kata Andy Gouw.

Dijelaskan, tak sedikit pula masyarakat yang menghindari pembayaran secara tunai. Hal tersebut nampak pada sejumlah konsumen yang belanja di toko Superstore Global Elektronik Semarang.

“Pada akhir pekan lalu yang belanja di Global Elektronik amat ramai, karena saat ini tengah menggelar Promosi HomeTech 2020 ke-49 yang diikuti merek branded Samsung, Sharp, Beko, Toshiba, Midea, Polytron, dan Sony, didukung 13 perbankan dan 7 perusahaan pembiayaan kredit elektronik,” jelasnya.

Menurutnya, event ini akan berlangsung sampai hari Rabu, 15 Juli 2020 SERENTAK berlaku di 5 toko Global Elektronik. Disediakan hadiah undian 2 sepeda motor, smartphone, TV LED 50 inci, hadiah langsung, dan cashback.

Peralatan Dapur Tumbuh Signifikan

Ditambahkan, belanja perangkat elektronik tentu karena sangat membutuhkannya untuk membantu pekerjaan sehari-hari, utamanya peralatan dapur. Perilaku yang terjadi saat pandemi covid-19 adalah bagaimana masyarakat mulai kembali ke masakan rumah dan membuat kue.

“Hal ini terlihat dengan adanya peningkatan jumlah transaksi peralatan dapur. Mulai dari produk personal blender, slow juicer, apple rice cooker, dan microwave oven,” jelasnya.

Berbagai jenis mixer, vacuum blender, cookware, kettle jug electric, toaster, coffee maker, magic com, kompor listrik, kompor gas, penghisap asap, microwave, water dispenser, dan dish dryer untuk srerilkan piring, sendok, gelas laris manis

“Tak sedikit masyarakat yang memanfaatkan momen event promosi ini untuk memborong beragam perangkat elektronik dan peralatan dapur baru, terutama produk yang berteknologi digital, canggih dan inovatif,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here