Cegah Kerumunan, Walikota Melarang Kegiatan Perayaan Tahun Baru

0
Walikota Semarang Hendrar PRihadi saat memimpin rakor bersama forkominda

SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi melarang adanya pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan perayaan tahun baru, termasuk tidak memperbolehkan menyalakan kembang api yang mengundang kerumunan.

Larangan itu disampaikan Walikota Semarang setelah memimpin rapat koordinasi Pemerintah Kota Semarang, Kamis (17/12).  Tak hanya itu, dirinya juga meminta jajarannya untuk meningkatkan penegakan protokol kesehatan selama Natal dan Tahun Baru.

Hendi juga telah meminta jajarannya untuk dapat meningkatkan pengamanan Natal dan tahun baru, sebagai bagian antisipasi tensi politik yang memanas. “Mestinya Natal dan tahun baru merupakan kegiatan rutin yang biasa kita selenggarakan, namun karena adanya isu politik yang sedang memanas, maka keamanan harus ditingkatkan eskalasinya,” terangnya.

Di sisi lain, terkait potensi kekisruhan secara spesifik yang mengancam penyelenggaraan Natal, Kapolrestabes Semarang, Auliansyah Lubis, menyebutkan bahwa kondisinya masih kondusif. “Hal-hal yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan tetap menjadi kewaspadaan kami,”  terang Auliansyah.

“Untuk mewaspadai adanya kemacetan juga kami siapkan operasi lilin yang akan dimulai pada 21 Desember besok karena dikhawatirkan terjadi pembludakan wisatawan yang akhirnya akan berpotensi penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0733/BS Semarang, Yudhi Diliyanto meyakini jika Pemerintah Kota Semarang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah tidak bisa bekerja sendiri – sendiri dalam bekerja, karena sifatnya terpadu. “Semua unsur yang terlibat memiliki tanggung jawab yang sama. TNI akan terus mendukung dan memberikan bantuan, prinsipnya Natal harus aman baik wilayah dan kesehatannya,” tandasnya.

Yudhi menegaskan pihaknya akan mendukung Pemerintah Kota Semarang untuk menciptakan Kamtibmas yang kondusif. “Saat ini kita harus lebih ekstra dalam mensiasati isu yang sedang terjadi di Jakarta, karena berpotensi dapat merambah ke daerah lain. Kita akan terus berkomitmen dan bersinergi untuk menjaga kota Semarang agar kondusif dan tidak terjadi gejolak,” pungkasnya. (ZP/01)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights