126 Pemuda dan Perempuan Antusias Ikuti Sarasehan Politik PDIP Jateng

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang “Pacul” Wuryanto saat menyampaikan  keynote speaker dalam sarasehan Politik di Panti Marhaen Sabtu (26/5)

SEMARANG –  Sebanyak 126 pemuda dan wanita dari perguruan tinggi, SLTA dan ormas menggikuti Sarasehan Politik Perempuan  dan Generasi Muda yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Aula Panti Marhaen Semarang, Sabtu (26/5). Saresahan dengan mengusung tema “Politik, Partai  Politik dan Politisi” itu menghadirkan dua pembicara, yakni Dra Frieda NRH, MS (Psikolog) yang berbicara tentang partisipasi dan sikap politik masyarakat di era medsos, dan  Casyta Arriwi Khatmandu, SE – akrab dipanggil Sita-  (Praktisi Ekonomi Perbankan) yang menyampaikan soal kemandirian ekonomi perempuan dan generasi muda dalam era digitilasi ekonomi, dengan moderator adalah  I Gede Ananta Wijaya, Ketua Karangaturana Kota Semarang. Adapun sebagai keynote speaker yakni Bambang “Pacul” Wuryanto, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.

Bambang Pacul Wuryanto mengatakan, sarasehan ini digelar untuk mengedukasi generasi muda dan perempuan tentang politik, partai politik dan politisi. Pemahaman dan pengetahuan yang minim dan tidak benar membuat generasi muda enggan bergabung ke parpol. Sementara, dengan pengetahunan yang benar dan tepat terhadap politik, partai politik dan politisi akan bisa memunculkan politisi-politisi yang berkualitas dan kompentensi.

“Semua peserta ini bukanlah kader partai PDI Perjuangan atau kader partai lain. Mereka belum menjadi kader partai apapun. Kegiatan ini juga bukalah rekruitmen aggota,” kata Bambang Pacul.

Dua pembicara sarasehan Dra Frieda NRH, MS dan  Casyta Arriwi Khatmandu, SE (tengah) dan moderator I Gede Ananta WIjaya

Dikatakan Pacul, out put dari sarasehan ini adalah agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang benar dan tepat tentang dunia politik, partai politik dan politisi. Bekal yang dimilikinya itu bisa menjadi bekal mereka jika kemudian nanti mereka memutuskan bergabung ke parpol. Mereka bebas bergabung dengan partai politik apapun, sesuai dengan pilihan hatinya.

“Mereka bisa masuk partai apa saja. Pastinya, mereka akan menjadi politisi yang memiliki kompentesi. Indonesia butuh politisi-politisi muda berkualitas,” ucapnya.

Diakui anggota DPR RI ini, stigma yang muncul saat ini adalah politik itu kotor, politik itu korup, dan lain sebagainya. Stigma negatif itu membuat banyak generasi muda dan perempuan yang cerdas dan berkulitas enggan bergabung ke partai politik.   Sementara, dalam kehidupan bernegara ini kita tidak bisa terlepas dengan politik atau partai politik. Pilpres, Pemilu dan Pilkada pesertanya adalah partai politik. Dan yang bisa mengajukan calon-calion pejabat publik, seperti presiden, gubernur, bupati/ walikota dan anggota dewan juga partai politik. Dengan demikian, sebagai generasi penerus bangsa, para pemuda dan juga perempuan jangan sampai enggan gabung ke partai politik.

“Jika semua partai politik menjalankan tugasnya, yaitu melakukan edukasi politik kepada generasi muda dan sungguh-sungguh, maka bisa terwujud parpol yang baik karena diisi oleh politisi politisi yang berkulitas dan mentalnya bagus,” terangnya.

Sementara, Ketua Badan Diklat DPD PDI Perjuangan Jateng ST Sukirno menambahkan, sarasehan ini digelar guna memberikan bekal dan pemahaman yang benar tentang politik, parpol dan politisi kepada mereka.  “Bekal ini penting bagi mereka, agar nanti kalau mau gabung parpol tidak asal gabung, tapi benar-benar tahu apa yang harus dilakukan dan diperbuat,” ucapnya. (zp/03).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here