ASPPI : Butuh Sinergi untuk Kembangkan Wisata di Jateng

Semarang – Dibutuhkan sinergitas antara Pemerintah, Pelaku wisata dan juga pengelola wisata untuk mendongkrak kunjungan wisata di Jawa Tengah khususnya untuk destinasi-destinasi wisata yang selama ini kurang dikenal oleh masyatakat di luar Jawa Tengah.

Bendahara Asosiasi Pelaku Pariwista Indonesia (ASPPI)Jateng Eko Arief Nugroho mengatakan, sejauh ini sinergitas sudah terjalin dengan baik. Hanya saja, masih sebatas untuk wisata-wisata yang sudah dikenal masyarakat.

“Di Jateng memiliki potensi wisata yang sangat banyak. Hampir di Semua kabupaten ada, tapi memang belum begitu digali. Kalaupun dikenal masih sebatas lokal wilayah setempat belum sampai ke luar Jateng,” ujarnya disela-sela Bursa Wisata Indonesia (BWI) ke 5 di Hotel Patrasaja Semarang, (8/10).

Dia menjelaskan obyek-obyek wisata yang ada di daerah akan memiliki pengaruh terhadap kunjungan wisatawan di Jateng selama bersinergi dengan baik. “Selama obyek wisata di daerah dikelola oleh karangtaruna dan  belum ada sinergi yang baik. Misalnya pengelola wisata menginformasikan ke agen-agen wisata ke travel-travek agen dan lainnya,” ucapnya.

Dia mencontohkan, obyek wisata Goa Pindul sebelumnya tidak ada yang mengetahui, tapi setelah dikelola dengan baik dan andanya sinergi yang sejalan, hasilnya Goa Pindul menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berwisata ke Yogyakarta,” tandasnya.

Kabid Pengembangan wisata dan ekonomi kreatif Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Provinsi Jateng Trenggono menyebutkan, tahun ini kunjungan wisatawan baik domestik maupun wisatawan asing mengalami peningkatan cukup signifikan.

Ia mencontohkan, di bulan Agustus tahun ini kunjungan wisatawan asing ke Jateng sudah mencapai 718 ribu wisatawan. Jumlah ini naik dari tahun lalu sebanyak 6060 ribu wisatawan.

Disebutkannya, di Jateng memiliki empat kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) yakni Borobudur,Sangiran, Karimunjawa dan Dieng. “Dari empat KSPN ini Borobudur menjadi destinasi wisata yang paling tinggi kunjungannya baik domestik maupu wisatawan asing,” ujarnya.

Meski ada empat KSPN, lanjut Trenggono bukan berarti pemerintah mengabaikan destinasi lain. Pihaknya terus mengenjot destinasi lain melalui pengembangan SDM, Infrastruktur dan lainnya.”Kita bersinergi dengan teman-teman travel agen dan lainnya. Seperti acara Bursa Wisata ini sangat membantu untuk mendongkrak kunjungan wisata di Jateng,” ucapnya. 

Sementara itu terkait dengan Bursa Wisata Indonesia ke 5 diikuti oleh 103 Seller yang terdiri dari 63 hotel, 19 Travel agent, pusat oleh-oleg dan lainnya. Selain itu juga diikuti 300 lebih buyer atau travel agent. (ZP/04).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here