Pembangunan Pasar Johar Molor, Bambang Haryo Tetap Memberi Apresiasi

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo memberikan keterangan kepada wartawan saat mengunjungi pasar Kanjengan Semarang, Jumat (26/1/2018)

SEMARANG – DPR mendukung penuh proses revitalisasi pasar Johar Baru menjadi pasar berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ada di Jawa Tengah.

Hal itu dikatakan anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat mengunjungi proyek pekerjaan revitalisasi pasar Kanjengan Johar Baru Semarang, Jumat (26/1) pagi.

“Saat ini di Semarang, bahkan di Jateng belum ada pasar yang ber-SNI. Kami ingin pasar Johar (baru) ini menjadi pasar SNI, ” tegas politisi Partai Gerindra ini.
Kunjunganya Bambang Haryo didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto. Selain ke pasar Kanjengan, Bambang Haryo juga mengunjungi pasar Johar relokasi di belakang MAJT Gajah Semarang. Disana, dia sempat berdialog dengan para pedagang dan pembeli.

Menurut anggota dewan dari Dapil Jatim ini, pasar SNI adalah pasar yang dilengkapi dengan fasilitas publik seperti tempat penitipan anak, instalasi pemadam kebakaran splintker, puskesmas dan pusat kuliner.

“Harus lengkap. Semua yang berhubungan dengan pemadam kebakaran ada, instalasi air otomatis, tempat penitipan bayi juga ada, bank, puskesmas, tempat hiburan, hingga foodcourt kuliner, ” katanya.

Menurutnya, pasar ini nantinya bisa menjadi pasar yang nyaman seperti mall. Bisa menampung masyarakat menengah bawah dan juga atas. Pasar yang memiliki fasilitas publik yang lengkap.
” Ini sejurus dengan program pemerintah yang melaksanakan revitalisasi pasar tradisional setiap tahunnya,” paparnya.

Pasar Kanjengan Johar Semarang yang kini sedang dibangun setelah terbakar beberapa tahun lalu.

Soal progres pembangunan pasar, memang terlbat namun dia memberikan apresiasi.
Pembangunan revitalisasi pasar tersebut ditarget selesai 5 Februari 2818 dan progresnya sudah mencapai 93 persen.
Pembangunan pasar senilai Rp 87 miliar didanai oleh Kementerian Perdagangan ini sebenarnya harus selesai pada akhir tahun 2017 lalu, namun oleh kontraktor dikerjakan sampai selesai dengan konsekuensi denda.

“Memang terlambat. Tapi hasil kerjaanya bagus. Saya akan memperjuangkan proses penganggaran selanjutnya di Kementerian Perdagangan agar anggaran dari pusat tidak lagi mundur seperti di tahun 2017. Ini pasar induknya Jateng, jadi harus tuntas, ” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto dalam kesempatan yang sama juga mengatakan setelah pembangunan pasar Johar Baru selesai, ditargetkan pada pertengahan bulan Februari nanti para pedagang dapat langsung pindah menempati bangunan baru tersebut.
“Para pedagang ini nanti akan menempati bangunan lantai satu dan dua yang dipriotaskan bagi pedagang pasar kanjengan yang saat ini berada di pasar Johar yang relokasi MAJT,” jelas Fajar. (ZP03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here