Ekonomi BisnisCovid Menggila, Penjualan Rumah Anjlog

Covid Menggila, Penjualan Rumah Anjlog

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG – Meledaknya jumlah kasus covid-19 di sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Kudus, Semarang, Demak, Purwodadi dan daerah lainnya berpengaruh terhadap penjualan rumah di Kota Semarang. Penjualan rumah yang mulai membaik di awal tahun, kali ini kembali memburuk.

Setidaknya hanya itu terlihat dari hasil penjualan pada pameran Property expo yang digelar di Mal Paragon Semarang yang hanya mampu menjual 22 unit rumah dengan nilai transaksi sekitar Rp28,5 miliar.

“Hasil pameran kali ini kurang membuaskan, jauh dari apa yang kita harapkan,” kata Ketua Panitia Property Expo Dibya K. Hidayat, saat penutupn pameran Selasa (15/6).

Dia menjelaskan merebaknya kasus Covid – 19 di Kota Semarang dan sekitarnya membuat masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah sehingga pengunjung pameran pun berkurangan.

“Kita sebenaranya di bulan ini sangat berharap pameran bisa mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, karena bulan lalu tren Covid-19 mengalami penurunan. Tapi bulan ini tiba-tiba Covid meledak, dan dampaknya sangat kami rasakan,” ujarnya.

Dibya K Hidayat menyebutkan, dengan merebaknya Covid -19 saat ini, tidak lantas membuat para pengembang menghentikan pembangunan. Pembangunan, kata dia tetap berjalan sesuai dengan jadwal, karena para pengembang sudah memiliki kontrak baik dengan pekerja maupun suplier juga stakeholder lainnya.

Sementara itu, dengan kondisi Covid-19 yang masih belum terkendali pihaknya berharap pemerintah untuk memperpanjang pemberlakuan insentif pajak, hingga akhir tahun dalam rangka menggairahkan roda perekonomian.

Diketahui saat ini pemerintah menangung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang biasanya dibebankan kepada konsumen untuk properti berjenis rumah tapak dan rumah susun dengan batasan harga jual maksimal Rp5 miliar. Insentif tersebut berlaku sampai bulan Agustus 2021.

“Adanya insentif pajak sangat berpengaruh terhada penjualan rumah. Kalau sekarang hanya sampai bulan Agustus kita harapkan bisa diperpanjang,” imbuhnya.

Menurut Dibya perpanjangan stimulus PPN perlu dilakukan karena bisnis properti memiliki multiplier efek paling besar untuk menggerakan perekonomian.(zav)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

BSI Cetak Laba Bersih Rp 1,48 Triliun di Semester I 2021

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) berhasil menorehkan kinerja impresif sepanjang semester I 2021 dengan membukukan laba...

PLN Cetak Laba Bersih Rp6,6 Triliun di Semester I 2021

JAKARTA- Di tengah tekanan pandemi Covid-19, PLN berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp6,6 triliun hingga semester I 2021. Berdasarkan...

Setahun Hadir di Bandung, Pengguna Internet Rumah “XL Home” Naik 200%

BANDUNG- Layanan internet fiber XL Home dari PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kini telah hadir di sebagian daerah...

Nikmati Promo Khusus dari Hotel Santika Pekalongan untuk Penerima Vaksin Covid-19

PEKALONGAN - Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait vaksinasi masyarakat Indonesia Hotel Santika Pekalongan memberikan promo khusus kepada para...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Tim Siaga Bencana di Semarang Dilatih Membuat Eco Enzyme

SEMARANG - Meningkatnya kasus konfirmasi positif Covid 19 di awal tahun 2021 ini, menjadi perhatian khusus Palang Merah Indonesia...

Sinergi Telkomsel dan Gojek, Perkuat Produktivitas Mitra UMKM Hadapi Pandemi

JAKARTA– Melanjutkan sinergi yang telah dibangun, Telkomsel dan Gojek kembali menghadirkan kolaborasi pada layanan unggulan keduanya untuk meningkatkan produktivitas...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda