Dampak Corona, Potensi Pendapatan Bandara Ahmad Yani Turun Rp 9 Miliar

Petugas melakukan pemeriksaan penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang.

SEMARANG – PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatat jumlah penumpang terus mengalami penurunan imbas virus corona.

GM AP I Bandara Internasional Ahmad Yani, Hardi Ariyanto mengatakan, jumlah penumpang baik domestik maupun internasional di bandara tersebut mengalami penurunan cukup besar.

Adapun sepanjang Januari – Maret 2020, jumlah penumpang yang ada turun menjadi 449 ribu. Padahal apabila dibandingkan periode sama tahun lalu mampu mencapai 541 ribu penumpang.

“Nilai kerugiannya mencapai Rp 9 miliar, dan secara corporate kami mengalami loss pendapatan sebesar Rp 207 miliar,” katanya, Rabu (11/3/20).

Dia mengatakan, penurunan jumlah penumpang karena dipengaruhi adanya adanya travel warning dari pemerintah untuk mencegah masuk dan menyebarnya virus tersebut, yang kemungkinan terbawa oleh para penumpang, terutama yang berasal dari rute internasional.

“Sesuai dengan instruksi dari pemerintah, semua penumpang dari rute penerbangan Itali, Iran, dan Korea Selatan dilarang masuk. Jadi walaupun jadwal penerbangannya sama, namun jumlah penumpangnya menurun. Termasuk untuk yang umrohpun juga masih ada larangan terbang,” ujarnya.

Dia menambahkan, tidak hanya berpengaruh pada penurunan tingkat keterisian (okupansi) penumpang saja, dampak travel warning tersebut juga berimbas pada pengiriman logistik melalui jalur penerbangan dimana terjadi prosentase penurunan sebesar 12 persen selama tiga bulan terakhir.

“Kami memang mengalami kerugian, namun kami tetap mengutamakan pelayanan yang terbaik kepada para penumpang yang datang,” pungkasnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here