Hadapi Dunia Kerja, Pemuda Sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang Diminta Tingkatkan Daya Saing

0
Kepala Disnakertrans Batang Suprapto saat paparan dihadapan kelompok pemuda sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang kemarin. (alkomari)

BATANG – Kalangan pemuda di Kabupaten Batang utamanya di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) diminta untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi dunia kerja. Selain terampil, warga juga dituntut untuk memiliki etos kerja yang baik.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Batang, Suprapto mengatakan, permalasahan yang muncul adalah ketersediaan pekerja tidak sesuai dengan kesempatan kerja baik dari sisi pendidikan maupun kompetensinya.

“Yang terpenting meningkatkan ketrampilan dengan pelatihan pelatihan, selain itu juga dibutuhkan etos kerja,” ujarnya.

Hal itu disampaikan pada acara Sosialisasi dan Pembekalan Dalam Rangka Menyongsong Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Kompetitif Guna Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif di Hall PTPN IX Kebun Siluwok Gringsing Batang, Rabu (27/7).

Kegiatan ini diikuti puluhan pemuda dan pemudi dari berbagai kelompok di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang.

Suprapto mengemukakan, etos kerja menyangkut merubah perilaku atau karakter pekerja ketika menghadapi dunia kerja. Misalnya menyangkut jam kerja, jam istirahat, semangat kerja, dan lainnya.

“Kalau tidak terampil dan tidak kompeten, maka tidak punya daya saing. Padahal sekarang tenaga kerja dituntut untuk memiliki daya saing, kita harus siap menghadapi ini. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, nanti jangan salahkan siapa-siapa, salahkan diri kita sendiri,” jelasnya.

Berdasarkan data BPS, per Desember 2021 jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Batang sebanyak 28.370 orang.

Sedangkan potensi atau peluang pekerjaan di Batang saat ini sebanyak 282 ribu pekerja. Untuk di KITB saja ada sebanyak 25 ribu pekerja. “Di Gringsing ini sendiri masih ada sebanyak 10 ribu pekerja,” imbuhnya.

Kasubdit 2 Ditintelkam Polda Jateng AKBP Harun Hurdana, SH, MM saat memberikan kenang-kenangan kepada peserta dari kelompok pemuda di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang. (alkomari)

Kasubdit 2 Ditintelkam Polda Jateng AKBP Harun Hurdana, SH, MM
Mengharapkan acara ini bermanfaat bagi masyarakat di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang. Dimana dengan era yang baru ini guna menghasilkan SDM yang unggul dan kompetitif.

“Adanya pergerakan di sektor kawasan industri terpadu diharapkan nantinya mampu berikan gambaran yang lebih baik dalam kehidupan masyarakat dan mampu menggerakkan roda perekonomian di masa mendatang,” terangnya.

General Manager HCM dan GA Kawasan Industri Terpadu Batang, Budi Reing Wirawan mengapresiasi kegiatan ini dan merupakan ikhtiar yang bagus untuk menyiapkan SDM dalam menghadapi perkembangan industri di Batang.

Menurutnya, KITB merupakan proyek strategis nasional yang mulai dikbangkan sejak Juli 2020 sampai sekarang perkembangan luar biasa.Total lahan yang akan dikembangkan secara bertahap ada seluas 4.300 hectar dengan nama Grand Batang City.

“Mulai jalan sudah terbangun 50 km, area 450 hectar sudah terbentuk semacam kapling rata sudah selesai pematangan lahannya, ini jadi saya tarik investor,” tuturnya.

“Jadi dalam dua tahun segala sesuatu seperti cepat karena masuk proyek strategis nasional, tahun ini mulai siapkan suprastruktur salah satunya kesiapan SDM. 2023 nanti ada yang mulai beroperasi disini, tenaga kerja yang jadi prioritas di lingkungan sekitar KITB dan sekitar Batang,” katanya.

Dikatakan, dari 450 hectar yang sudah mulai terbangun itu diharapkan mulai memberikan multiplayer effect bagi masyarakat.

Berdasarkan studi kelayakan selama 10 tahun kedepan dibutuhkan 282 ribu pekerja di KITB. “Yang yang riil dari enam perusahaan akan beroperasi di KITB tahun 2023, membutuhkan 20.533 pekerja,” imbuhnya.

Perusahaan tersebut seperti KCC Gelas dari Korea, PT Windows Shuttera Indonesia dari Inggris, PT Rumah Keramik Indonesia, PT Jayamas media industri perusahaan lokal penyedia alat kesehatan dan lainnya.

Kabid UPTD BLK Disnakertrans Batang Elisiyatun Muslimah menyampaikan,  BLK memberikan pelatihan secara gratis dan memberikan sertifikat yang sudah ikut pelatihan. Peserta pelatihan diseleksi, mengingat kuota terbatas satu kelas 16 orang.

Pelatihan tahun ini  menjahit, komputer, teknisi AC, las, elektronik, otomotif, Desian grafis. “Jangan mau jadi penonton, harus bisa berperan. Untuk bisa berperan harus disiapkan,” katanya.

Ketua Pemuda Bende Samudera Kabupaten Batang, Grena Prasetyo mengatakan, dirinya bersama pemuda di kelompoknya siap berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan berkompetitif di wilayah Kabupaten Batang.

Selain itu pihaknya juga siap mendukung Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. (alkomari)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights