32 Kontainer Jagung Impor dari Amerika Terserang Jamur “Telethia Mydis”

SEMARANG – Sebanyak 32 kontainer jagung impor dari Amerika Serikat (AS) bermasalah. Balai Karantina Kelas 1 Semarang menemukan jagung impor sekitar 1.280 ton terserang jamur “Telethia Mydis”. Jagung itu  masuk di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Desember 2017 lalu. Hingga Rabu (3/1), jagung itu masih dalam penanganan Balai Karantina Kelas 1 Semarang.

Kepala Balai Karantina Kelas 1 Semarang, Wawan Sutian mengatakan, impor jagung itu akan digunakan untuk konsumsi manusia. Jagung akan diolah diambil sakarin untuk membuat pemanis buatan. Adapun jamur itu berasal dari AS dan belum ada di Indonesia.
“Izin masuknya tidak melalui Kementerian Pertanian melainkan Kementerian Perdagangan,” katanya.
Mengenai pemilik jagung impor, dia belum bersedia menjelaskan. Yang jelas, pihaknya telah melakukan pembasmian jamur dengan sistem pemanasan. Dipastikan, jagung-jagung itu aman dikonsumsi.
Hanya saja, kata dia, bila media pembawa itu masuk ke Indonesia dikhawatirkan dapat menular ke tanaman jagung milik petani dalam negeri. Untuk itu, dia meminta kepada pengelola barang impor dari negara asal barsikap profesional.
“Peristiwa masuknya barang impor dari Amerika bermasalah tidak hanya sekali ini. Tetapi, hal itu sudah terjadi berkali-kali. Hal itu sangat merugikan importir di Indonesia sebab lualitas buruk dan harganya menjadi murah,” ucapanya.
Agar tidak merugikan importir dan konsumen di Indonesia, dia akan bersikap tegas. Bila suatu saat nanti ditemukan barang impor bermasalah pihaknya akan menolak (reekspor) atau memusnahkannya. Hal itu tidak akan merugikan importir dalam negeri.

“ Seluruh biaya ekspor akan ditanggung eksportir di negara asal,” tegasnya.
Dijelaskan, ketika barang impor tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, status barang belum dikuasai. Hal berlangsung sampai ditangani oleh petugas Karantina di wilayah Pabean. Jadi, importir belum sampai mengeluarkan biaya untuk pengeluaran barang.  (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here