Jateng Kucurkan Rp 205 Miliar untuk Insentif Guru Agama

SEMARANG- Tahun 2019 ini sebanyak 171.131 orang guru agama dipastikan akan menerima bantuan dana insentif dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Pemprov pun telah menyediakan anggaran senilai Rp 205 miliar.

Adapun insentif itu nantinya akan diberikan kepada 171.131 orang guru, serta ustad dan ustadzah Madin dan pesantren.

Plt Kepala Biro Kesra Setda Jateng Slamet Imam Ihwandi mengatakan, pemberian insentif itu merupakan upaya Pemprov Jateng dalam peningkatan pelayanan pendidikan di bidang keagamaan.

“Saat ini validasi data penerima di semua kabupaten sudah dilakukan oleh tim yang terdiri dari Biro Kesra, Kanwil Kemenag, dan Tim Santri Gayeng,” katanya, Selasa (15/1).

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemoen menambahkan, dengan peningkatan penghasilan para pengajar keagamaan itu menjadi bukti bahwa pemerintah sangat memperhatikan pendidikan maupun para pengajar keagamaan di berbagai lembaga pendidikan.

“Saya ingin seluruh guru pendidikan agama diperhatikan, termasuk soal pendapatannya. Pendidik agama yang mengajarkan dengan baik dan tepat tentang Islam yang rahmatan lilalamin. Apalagi sampai sekarang bermunculan pemikiran radikal atau paham yang mengarah pada terorisme dan perpecahan persatuan,” bebernya.

Wagub berharap, dengan adanya insentif untuk guru Madrasah Diniyah, TPQ, atau guru-guru pendidik agama lain, kualitas pendidikan di Jateng kian meningkat. Sehingga para peserta didik tidak hanya memahami Islam secara agama, melainkan juga mempraktikkan apa yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mantan anggota DPRD Jateng itu mengemukakan, selain pemberian insentif pengajar keagamaan, Provinsi Jawa Tengah juga memberikan kesempatan bagi anak-anak penghafal Al Quran untuk mendapatkan bantuan di bidang pendidikan.

“Kalau ada anak-anak yang telah menghafalkan Al Quran, seyogyanya diberikan sedikit penghargaan kepada mereka,” imbuhnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here