Ekonomi BisnisJuni 2018, Nilai Tukar Petani Jateng Naik 0,17%

Juni 2018, Nilai Tukar Petani Jateng Naik 0,17%

-

- Advertisment -spot_img

Kepala BPS Provinsi Jateng, Margo Yuwono saat jumpa pers di Kantor BPS Jateng, Senin (2/7)

SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mecatat, Nilai Tukar Petani (NTP) Jateng Juni 2018 sebesar 101,36 atau naik 0,17% dibanding NTP bulan sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Jateng, Margo Yuwono mengatakan, kenaikan NTP karena lndeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,69 persen, Iebih tinggi dibandingkan lndeks Harga Yang Dibayar Petani (lb) yang naik sebesar 0,53%.

“Dari lima subsektor pertanian komponen penyusun NTP, tiga subsektor yang mengalami kenaikan indeks yaitu subsektor Hortikultura naik 0,56%, subsektor Peternakan naik sebesar 0,68% dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,74%. Sedangkan dua subsektor yang mengalami penurunan indeks yaitu, subsektor Tanaman Pangan turun 0,37% dan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,12%,” kata Margo, Senin (2/7).

Dijelaskan, pada Juni 2018, komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain: buncis, ketimun, kacang panjang alpukat, pisang, semangka jahe, kencur kerbau, sapi potong domba, babi, kambing, ayam buras, itik/bebek, ayam ras pedaging udang, betutu, gabus, mas, cucut, teri, tongkol, ubur-ubur gurame, mas, bawal, rumput laut, kerang, kerapu, kepiting, mujair, bandeng dan Iain-lain.

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain, gabah, ubi jalar, kacang tanah, pala biji, kopi dan Iain-lain,” jelasnya.

Ia melanjutkan, dari 33 provinsi di Indonesia, pada Juni 2018 kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Maluku sebesar 0,78%. Sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Riau sebesar 1,87%.

Ditambahkan, pada Juni 2018, lndeks Konsumsi Rumah Tangga Perdesaan di Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,62% disebabkan oleh naiknya semua (tujuh) indeks kelompok pengeluaran.

“Nilai Tukar Usaha Rumah Tanugga Pertanian (NTUP) Jawa Tengah Juni 2018 sebesar 107,83 atau naik 0,32 persen dibanding NTUP bulan sebeiumnya,” pungkasnya. (ZP/05)

Latest news

Smartfren Sediakan Hadiah Miliaran Rupiah di Rejeki WOW Treasure Hunt Periode Ketiga

JAKARTA – Setelah sukses membagikan hadiah sekaligus membuka peluang baru untuk lebih dari 3,9 juta pemenang, sekarang Smartfren menghadirkan...

Mulai Hari Ini Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya...

Original Coklat dari Hotel Santika Pekalongan

PEKALONGAN - Coklat? Makanan manis yang bisa menjadi Mood Boster untuk sebagian orang. Makanan manis satu ini tentu sangat...

Usaha Jus Organik Pelajar Semarang Ini Raup Omzet Jutaan

SEMARANG - Usaha jus buah dan sayuran organik yang ditekuni pelajar di Kota Semarang ini membawa keberuntungan bagi kondisi...
- Advertisement -spot_imgspot_img

KA Lokal PSO Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu, Kembali Beroperasi

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, kembali mengoperasikan KA Lokal PSO mulai Rabu 22 September...

Sporty Car Kian Diminati, Nasmoco Hadirkan 5 Varian Toyota Gazoo Racing

SEMARANG - Diperkenalkan sejak dua tahun lalu, deretan model Toyota Gazoo Racing mulai dari sports car GR Supra hingga...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda