Laksanakan Reses, Alwin Basri Cek Pembangunan Infrastruktur Talud dan Betonisasi Jalan

Warga meminta agar Pemprov Jateng menambah anggaran untuk infrastruktur jalan karena masih banyak wilayah yang belum tersentuh

 

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri berdialog dengan warga saat reses di Desa Winong Kecamatan Penawangan Grobogan, 3/3/2018

SEMARANG- Ketua Komisi D DPRD Jateng Ir H Alwin Basri, MM, MIKom, melaksanakn reses di enam tempat di dapil Jateng 3. Di Kabupaten Pati, reses dilakukan di dua tempat, yaitu di Kecamatan Tayu dan Sukolilo, di Kabupaten Rembang digelar di Kranggan dan Rembang Kota. Sedang di Kabupaten Blora dilaksanakan di Ngawen dan di Kabupaten Grobogan dilaksanakan di Desa Winong Kecamatan Penawangan.

Reses dilaksanakan dalam sepekan yaitu mulai 26 Februari hingga 4 Maret 2018.

“Kami menggelar dialog dengan warga. Kami menyerap aspirasi mereka. Selain itu, kami juga melihat langsung beberapa proyek-proyek yang selesai, dimana dananya bersumber dari APBD Provinsi,” kata Alwin Basri, Senin (5/3).
Politisi dari PDI Perjuangan ini mengatakan, warga menyatakan senang karena daerahnya mendapat kucuran dana APBD provinsi untuk program infrastruktur. Tanpa adanya bantuan itu, warga mengaku kesulitan untuk melakakukan pembangunan.
“Misal warga di Winong Penawangan Grobogan. Desa itu mendapat bantuan berupa betonisasi jalan desa dan juga pembuatan talud sungai. Selama ini mereka was-was karena talud sungai rusak,” katanya.

Alwin menambahkan mayoritas warga yang ikut reses di enam tempat meminta agar program infrastruktur betoniasi jalan agar diteruskan. Memang dari segi anggaran relative lebih mahal, namun ini cara yang paling pagus, hasilnya juga lebih awet dibanding dengan cara diaspal. Kontur tanah di Grobogan, Blora, Pati dan Rembang rawan gerak dan pecah pecah, maka pembangunan jalan dengan dicor (dibeton) adalah yang paling tempat. “Masih banyak yang belum mendapat bagian program Betonisasi ini. Warga meminta agar anggaran ditambah agar bisa segera merata,” terangnya.
Namun diakui Alwin, ada sejumlah titik jalan beton sudah rusak. Padahal usianya juga belum lama. Hal ini membahayakan pengguna jalan. “Penyebab jalan rusak, diantaranya karena muatan kendaraan banyak yang melebihi tonase. Selain itu, juga karena disisi jalan tidak ada aliran air sehingga agar tidak lekas hilang setelah hujan. Harapan kami, masyarakay juga ikut menjaga infrastruktur itu, yakni tidak membawa muatan melebihi tonase, ” kata suami dari Wakil Wali Kota Semarang Mbak Ita ini.
Alwin mengatakan sudah mencatat semua masukan dan permohonan warga dalam reses. Dia akan berusaha memperjuangkan agar bisa terwujud.
Sementara, Kepala Desa Winong Kecamatan Penawangan Eny dalam kesempatan menghadiri kegiatan reses di desanya menyatakan senang dengan adanya proyek infrastruktur dari Pemprov Jateng di desanya. Dengan program-program itu, hal-hal yang selama ini menjadi keluhan masyarakat bisa teratasi. “Kami sampaikan terima kasih Pemprov Jateng, dan juga kepada Pak Alwin Basri, yang sudah membantu kami, ikut memperjuangkan aspirasi warga desa sini,” ucapnya. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here