Ekonomi BisnisKonsumsi Pertamax Naik 269%Selama arus Mudik dan Balik

Konsumsi Pertamax Naik 269%Selama arus Mudik dan Balik

-

- Advertisment -spot_img
GM Pertamina MOR IV Yanuar Budi Hartanto

SEMARANG – Realisasi konsumsi BBM selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2018 mengalami peningkatan hingga 4 kali lipat dibandingkan tahun 2017 lalu.

GM Pertamina Marketing Operation Region IV Jateng – DIY Yanuar Budi Hartanto mengatakan, seperti di tahun sebelumnya, produk Pertamax masih menjadi pilihan para pengendara dimana pada tahun 2018 ini khusus pertamax saja, konsumsinya sudah mencapai 1.592.173 Liter, dibandingkan tahun 2017 yaitu 430.923 liter.

“Tahun 2017 konsumsi BBM (Pertamax dan Pertamina dex) rata-rata 464.408 Liter, sedangkan tahun ini bisa mencapai 1.712.125 Liter. Atau meningkat 269%” ujar Yanuar.

Yanuar juga menambahkan bahwa tahun ini tidak hanya kiosk Pertamax saja yang terjadi peningkatan. Di level SPBU pun semua mengalami penambahan dan kenaikan.

Secara keseluruhan SPBU di wilayah Pantura Jawa tengah juga mengalami peningkatan sebesar 33% untuk produk gasoline dari rata-rata normal harian. 1.094 KL, menjadi 1.450 KL.

Ia mencontohkan di SPBU KM 22 dengan kode 43.507.17di Tol Semarang – Salatiga. Selama masa satgas berlangsung, SPBU ini mengalami peningkatan tertinggi hingga 3.5 kali lipat atau 64.000 liter (untuk seluruh produk Gasoline) dari rata-rata normal hariannya yaitu 19.000 liter, atau meningkat 227% .

PT. Pertamina MOR IV mencatat saat puncak konsumsi BBM jenis Gasoline tertinggi terjadi di H-1 Lebaran (14 Juni 2018) dengan konsumsi seluruh produk sebesar 28.166 KL di rest area KM 287 sedangkan konsumsi arus balik tertinggi ada di rest area KM 282 pada H+5 (20 Juni 2018) sebesar 25.483 Liter (seluruh produk).

Yanuar mengapresiasi loyalitas pengendara terhadap BBM berkualitas, pengunaan Pertamax selain memiliki banyak manfaat bagi mesin kendaraan maupun bagi lingkungan. Pertamax memiliki keunggulan meningkatkan perfoma kendaraan serta mesin lebih dingin dan awet, irit bahan bakar (efisiensi) dan ramah lingkungan.

Ditambahkan Yanuar khusus untuk produk Gasoil (Bio Solar dan Pertamina Dex) mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 28%, yang diakibatkan karena tidak beroperasionalnya kendaraan industry. (ZP/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Tingkat Hunian Kembali Membaik, Hotel Santika Pekalongan Tak Kendurkan Prokes

PEKALONGAN - Pada momen lebaran tahun ini tingkat hunian hotel kembali menggeliat. Momen libur lebaran yang panjang serta dilonggarkan...

CRF1100L Africa Twin Adventure Sports Tampil Makin Gaya

ZONAPASAR.COM, SEMARANG - PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan model terbaru dari CRF1100L Africa Twin Adventure Sports dengan beragam...

CB150X Chapter Jateng Resmi Terbentuk

ZONAPASAR.COM, KARANGANYAR – Kian menjadi sorotan sebagai motor sport adventure idaman bagi anak muda sejak dilaunching secara Regional Jawa...

PGN Percepat Transformasi Bisnis Berbasis Digital dan Marketing 3.0, Dukung Pencapaian Target 1 Juta Jargas

JAKARTA – Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, terus mengupayakan percepatan transformasi bisnis dan berbasis digital khususnya selama pandemi...
- Advertisement -spot_imgspot_img

PLN Sabet 4 Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Award 2022

JAKARTA - PT PLN (Persero) berhasil menyabet 4 penghargaan pada BUMN Entrepreneurial Marketing Award 2022. Pada ajang ini, PLN dinobatkan...

MAKUKU Perkenalkan Varian Baru

ZONAPASAR.COM, JAKARTA – MAKUKU, pelopor popok anti gumpal, meluncurkan varian terbaru MAKUKU Air Diapers Comfort yaitu popok terjangkau dan...

Must read

Hadirkan Konten Video Premium untuk Pelanggan, Smartfren Tandatangani Kerja Sama Ekslusif dengan Vision+

JAKARTA – Smartfren menjadi operator pertama di Indonesia yang...

Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia Lakukan Tes IVA Kepada 500 Karyawan Perempuan Sido Muncul

  ZONAPASAR.COM, SEMARANG - Setiap perempuan berisiko untuk terkena kanker leher...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda