LinkAja Hadirkan Pembayaran Nontunai di Pasar Bulu Semarang

Kepala Grup Sistem Pembayaran, PUR, Layanan dan Administrasi BI Jawa Tengah, Anton Daryono (tengah) dan Head of East Ecosystem Expansion LinkAja, Shatria Putra saat menunjukan kemudahan bertransaksi nontunai menggunakan LinkAja yang kini bisa dilakukan di Pasar Bulu Semarang, Selasa (7/1/20).

SEMARANG – LinkAja bekerja sama dengan Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Dinas Perdagangan Kota Semarang meluncurkan solusi pembayaran nontunai bagi masyarakat yang berbelanja di Pasar Bulu, Kota Semarang.

Sebanyak 445 pedagang yang ada di Pasar Bulu sudah dapat menyediakan solusi pembayaran elektronik kepada para pelanggannya.

Melalui LinkAja, para pembeli dapat dengan mudah bertransaksi hanya dengan dua langkah mudah, yaitu memindai QR Code yang tersedia, lalu memasukan nominal harga pembelanjaan, pembayaran pun sukses dilakukan.

Head of East Ecosystem Expansion LinkAja, Shatria Putra mengatakan, melalui LinkAja tersebut juga memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari kecepatan bertransaksi yang memberi kenyamanan pada pelanggan, riwayat transaksi yang terekam secara digital, hingga faktor risiko keamanan yang berkurang karena tidak perlu lagi membawa dan menyimpan uang tunai dalam jumlah besar.

“Kami akan terus berkomitmen untuk menghadirkan transformasi pembayaran digital pada pasar-pasar tradisional sebagai pusat perekonomian daerah, melalui solusi pembayaran nontunai yang mudah dan praktis. Dengan menggunakan LinkAja, proses transaksi menjadi lebih cepat, dan para pedagang juga memiliki keunggulan kompetitif dalam bersaing dengan para pedagang di area perbelanjaan modern,” ujar Shatria di Semarang, Selasa (7/1/20).

Dia menambahkan, di Pasar Bulu juga telah terdapat experience booth yang memudahkan para pengunjung pasar dalam mengisi saldo dan memberikan pendampingan menyeluruh kepada para pedagang pasar dalam bertransaksi.

“Fasilitas isi saldo juga dapat ditemukan di berbagai titik cash in yang ada di sekitar area pasar, seperti ATM Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), gerai Indomaret dan Alfamart, hingga Kantor Pos dan Pegadaian yang ada di Kota Semarang,” jelasnya.

Adapun Pasar Bulu, lanjutnya merupakan pasar tradisional kedua di Semarang setelah pasar Peterongan yang telah menerapkan pembayaran elektronik tersebut.

Berbagai pasar tradisional di kota-kota lain di Indonesia yang telah dapat menggunakan LinkAja sebagai solusi pembayaran nontunai antara lain adalah Pasar Beringharjo Yogyakarta, Pasar Mayestik DKI Jakarta, Pasar Oro – oro Dowo Malang, Pasar Buah Berastagi, dan beberapa pasar lainnya di Jawa dan Sumatra.

Sementara itu, Kepala Grup Sistem Pembayaran, PUR, Layanan dan Administrasi BI Jawa Tengah, Anton Daryono mengatakan, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi pembayaran nontunai di Pasar Bulu tersebut.

“Dengan hanya memindai QR Code tentunya akan memudahkan para pengguna, karena berbagai transaksi lebih mudah dilakukan,” ucapnya.

Menurutnya, tren pembayaran saat ini juga mulai bergeser ke nontunai, sehingga membuat pertumbuhan pembayaran konvensional mulai tergeser dengan sitem pembayaran digital.

“Penerapan QRIS (QR Code Indonesian Standart) sebagai satu sistem untuk semua model pembayaran diharapkan juga kian memudahkan masyarakat bertransaksi, karena pengguna LinkAja, GoPay, OVO, dan DANA akan bisa melakukan transaksi di berbagai merchant sekaligus,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here