Lumpuh Sejak SMP, Fitri Butuh Bantuan dan Berharap Sekolah Lagi

 

Fitri, mengalami lumpuh sejak kelas kelas 1 SMP butuh bantuan

NASIB kurang beruntung dialami gadis remaja Fitri Rejeki (18) anak dari Sukarno (60)warga Dukuh Ngluwang Rt 01/04 Kelurahan Kriwen Sukoharjo. Dia sebetulnya lahir dengan nomal dan sehat, namun sejak lima tahun lalu, persinya ketika kelas 1 SMP mengalami kelumpuhan. Sama sekali tidak berjalan, berdiri juga tidak mampu. Kalau jalan dengan cara kesot (ngesot).

Kini, dia hanya tinggal berdua dengan bapaknya yang secara ekonomi juga kekurangan. Ibunya sudah lama meninggal.

Tak ayal, gadis yang dulu gemuk, ceria dan pintar kini menjadi pendiam. Sehari-hari ia hanya duduk di depan pintu, atau menonton televisi sambil menunggu ayahnya pulang dari mencari rumput.
“Ya dengan kondisi seperti ini, saya berusaha melakannya sendiri. Dengan cara jalan kesot (merayap) meskipun kakinya sakit sekali,” ungkap Fitri kepada wartawan yang datang ke rumahnya Jumat (16/2).

Fitri mengalami sakit lumpuh. Karena lumpuhnya dia tidak sekolah lagi. Dia ingin sembuh dan bisa sekolah. Namun karena keterbatasan ekonomi, semua itu belum bisa terwujud.

Awal mula Fitri mengalami kelumpuhan, saat ia duduk di kelas 1 SMP Lailatul Qodar Sukoharjo. Saat itu diceritakan Fitri tanpa sengaja kepala bagian belakang kena pukul temannya. Fitri sempat jatuh tapi bisa sadar kembali dan bisa pulang sendiri naik sepeda. Namun sampai rumah kepalanya pusing dan kakinya tidak bisa digerakkan.

Sempat dirawat dokter puskesmas terdekat, bahkan diterapi petugasnya datang ke rumah. Tapi setelah terapisnya sakit tidak lagi dilakukan terapi sampai sekarang.

Beberapa kali Fitri mengalami kejang. Hal itulah yang membuat dokter hanya fokus pada indikasi epilepsi saja. Tidak dilakukan pemeriksaan syaraf dan tulang secara lengkap.
“Alhamdulilah sekali kalau ada yang membantu anak saya, keinginannya untuk sekolah sangat tinggi,” kata Sukarno.

Ketua RT 1 RW 4, Munadi (48), berharap ada pihak pihak yang bisa mewujudkan keinginan Fitri untuk sembuh dan sekolah lagi.

“Kebetulan saya baru pulang dari rantau dan baru menjabat ketua RT bulan kemarin. Saat ada warga yang mengalami ini langsung saya usahakan ada pertolongan, saya melihat semangat Fitri untuk sekolah tinggi,” ungkap Munadi (ZP03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here