Melalui Gerakan Merah Putih Bersih, Rotary Ajak Warga Semarang Peduli Lingkungan dari Sampah Plastik

0

SEMARANG – Memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan RI, Rotary Clubs of Semarang bersama 26 komunitas menggelar kegiatan “Merah Putih Bersih” di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, hari ini Minggu 11 Agustus 2024.

Acara ini diisi dengan berbagai kegitan mulai aksi pungut sampah plastik dari area Taman Indonesia Kaya, Jalan Pahlawan, kawasan Simpang Lima hingga Jalan Pandanaran. Tidak hanya itu, sebanyak 300 bibit pohon juga dibagikan kepada masyarakat.

Narahubung acara ini, Linggayani mengatakan, kegiatan Merah Putih Bersih merupakan langkah Rotary Clubs of Semarang untuk mengajak masyarakat yang sedang Car Free Day agar mau ikut bersama-sama sadar akan bahaya sampah plastik dan menjaga lingkungan.

“Tujuan untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah yang dibuang efeknya sangat panjang sekali. Cara hidup kita sekarang yang mewarisi adalah anak-anak kita yang akan terdampak sampah plastik, yang tidak bisa hilang. Sehingga jangan sampai dibuang saja, namun perlu dihindari pemakaiannya atau diolah kembali,” kata Linggayani.

Ia mengatakan, sampah-sampah plastik yang dikumpulkan pada kegiatan ini akan disetor pada bank sampah dan menghentikan laju pembuangan ke TPA.

“Kegiatan kali ini juga diisi dengan Festival Suara Anak di mana anak-anak akan tampil membawakan pentas dan aspirasi tentang kesadaran terhadap menjaga Bumi Indonesia,” ungkapnya.

Ketua Panitia acara ini, Yuli Oei berharap, lewat aksi Merah Putih Bersih ini menjadi awal yang baik untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

“Harapannya Merah Putih Bersih ini menjadi awal yang baik untuk saling terbuka dan bekerjasama untuk Indonesia yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari komunitas Svarna Loka, Nia Nurdiansyah menyampaikan, kegiatan ini menjadi langkah bersama-sama untuk terus mengkampanyekan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami mengikuti kegiatan ini karena mempunyai visi yang sama. Kami biasanya mengolah hasil sayuran yang tidak lolos tampilan ke pasar, sampah sayuran yang berpotensi menjadi limbah ini kita olah bisa jadi kompos dan lainnya,” pungkasnya.***

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights