Menkeu Dorong Kabupaten/Kota di Jateng Berlomba Ciptakan Iklim Investasi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberi keterangan kepada media, Rabu (12/12).

SEMARANG- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendorong seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah belomba-lomba menciptakan iklim investasi. Pasalnya, saat ini rangking Jateng masih di posisi enam dari seluruh provinsi yang ada sehingga musti ditingkatkan.

Menurutnya, kemampuan menarik modal di Jateng punya potensi yang luar biasa besar. Hal itu didorong oleh jumlah penduduk yang besar dan stabil ditambah conectivitas infrastruktur yang sudah meningkat sehingga Jateng kini dianggap destinasi utama investasi.

“Saya berharap provinsi Jateng dan seluruh kabupaten/kota bisa berlomba-lomba untuk meningkatkan iklim investasi, jumlah investasi ke Jateng masih di rangking enam dari seluruh provinsi di Indonesia. Ini perlu ditingkatkan dari posisi rangkingnya,” kata Sri Mulyani di Semarang, Rabu (12/12).

Menkeu mengatakan, untuk itulah perbaikan-perbaikan dari sisi kebijakan pelayanan terpadu dan reformasi birokrasi harus menjadi perhatian utama agar investor merasa welcome, sehingga mau membawa modal untuk menambah kesempatan kerja di Jateng.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jateng Prasetyo Aribowo mengemukakan, hingga triwulan ketiga tahun 2018, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp 41,9 triliun atau sudah 89% dari target Rp 47,5. Pihaknya optimis target tersebut akan terpenuhi di awal tahun ini.

“Kami optimis 2019 akan tercapai angkanya Rp 47,5 triliun,” terangnya.

Dikatakan, sisa 11% yang belum terpenuhi tersebut nantinya akan bisa ditutup dengan penyelesaian beberapa proyek infrastruktur seperti penyelesaian proyek jalan tol dan proyek energi seperti PLTU Batang, Jepara dan Cilacap.

“Sementara yang masih dalam progres memang beberapa tercatat ada industri alas kaki dan tekstil yang tercatat ada di Jepara, Rembang, dan Sukoharjo,” ucapnya.

Dilanjutkan, di tahun 2019 dari izin usaha yang sudah masuk memang masih ada beberapa yang menemui kendala seperti permasalahan amdal. “Problem tahun 2019 dari net stok izin prinsip yang masuk, sebagian memang masih ada yang menunggu. Ada juga beberapa sudah aplikasi lewat online singgel submission, tapi masih terkendala permasalahan di daerah, diantara terkait amdal,” paparnya.

Ditambahkan, dari hasil roadshow yang sudah dilakukan Pemprov Jateng di beberapa negara, Jepang, Turki, Arab, dan China, Jateng akhirnya mendapatkan komitmen investasi dari China untuk pendirian industri baja senilai Rp 2,5 miliar dolar.

“Kami mendapat calon investasi industri baja senilai Rp 2,5 miliar dolar, namun masih menunggu revisi tata ruang baik di kabupaten maupun pusat. Kalau selesai akan langsung mengajukan izin usaha, khususnya izin lokasi, sehingga semoga tahun depan sudah bisa operasi,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here