one-stop-property-new

Meski Terbaring Sakit, Puluhan Pasien RS Elisabeth Tetap Nyoblos

0
one-stop-property-new
Salah seorang pasien Rumah Sakit Elisabeth, Semarang saat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019.

SEMARANG – Meski tengah terbaring sakit, sedikitnya 13 pasien Rumah Sakit Elisabeth, Semarang tetap menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019.

Mereka sangat antusias menggunakan hak suaranya untuk memilih Calon Presiden, DPRD Provinsi dan DPD.

Pasien Rawat Inap yang merupakan warga Semarang, VT Siswati (66), mengaku sangat antusias mengikuti pemilu meski tidak bisa datang langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Saya sakit komplikasi gula, kemarin jatuh. Didaftarkan ke susternya, dua hari sebelum coblosan ini, Tidak ada kesulitan semua diurus perawat,” bebernya, Rabu (17/4/19).

Sementara itu, Humas RS Elisabeth, Probowati Tjondronegoro mengungkapkan tidak semua pasien bisa mengikuti kegiatan Pemilu kali ini.

Adapun dari 208 pasien yang diajukan ke KPU Kota Semarang, hanya 13 pasien yang bisa menyampaikan hak suaranya tersebut.

“Sebenarnya kami mendaftarkan 208 pasien, tapi hanya 13 yang disetujui, karena ada yang sudah pulang, dan tidak masuk DPT,” katanya.

Probo mengungkapkan, selain memberi kesempatan kepada para pasien, RS Elisabeth juga memberikan waktu untuk para petugas medis datang ke TPS.

“Ada bebrapa kategori, ada yang pakai A5, seperti suster atau dokter. Terus yang deket-deket disuruh pulang untuk nyoblos dulu, kemudian pasien cuma diakomodir yang bisa diuruskan,” ujarnya.

Ia mengaku, sejak diadakan pemilihan langsung, RS Elisabeth tidak pernah absen melayani pasien untuk memilih calon pemimpin daerah hingga Presiden.

“Kami mengadakan setiap pemilu, dari pemilihan langsung pertama hingga sekarang. Yang tahun ini memang agak susah ngurusnya, kalau dulu H-1 masih bisa, ini H-7 paling lambat,” terangnya. (ZP/07)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan