Okupansi Hotel Awal September di Semarang Belum Menggembirakan

SEMARANG – Tingkat keterisian atau okupansi hotel di Kota Semarang pada awal September 2019 belum menggembirakan. Pasalnya okupansi yang ada baru diangka 70%.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Bambang Mintosih mengatakan, tingkat okupansi September lebih rendah dibandingkan periode Juli dan Agustus yang mencapai 80%.

“Semarang trennya memang begitu okupansi belum menggembirakan di September. Tapi saya yakin tingkat okupansi akan kembali naik menjelang akhir tahun tepatnya di bulan November dan Desember,” kata Bambang, Jumat (13/9/19).

Dikatakan, adanya sejumlah event besar seperti konser Westlife dan Festival Kota Lama belum berpengaruh signifikan terhadap tingkat okupansi. Menurutnya, hanya beberapa hotel saja yang mendapatkan momen dari kedua event tersebut.

“Saya menyarankan pemerintah harus mempunyai banyak event besar agar bisnis perhotelan semakin berkembang. Dengan banyaknya event besar tentunya banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang akan menginap,” ujarnya.

Dilanjutkan, saat ini untuk Meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE) di Semarang mempunyai market cukup bagus. Pasalnya, banyak instansi pemerintah yang mengadakan rapat kerja pada September tahun ini.

Diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung melalui pintu masuk Bandara Ahmad Yani pada Juli 2019 tercatat hanya sebanyak 1.885 kunjungan.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 4,22% dibandingkan bulan Juni yang tercatat mencapai 1.968 kunjungan. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here