Peduli Pelestarian Budaya, Mahasiswa Ilkom USM Kampanyekan Nusantara Bermain

0
Mahasiswa Ilkom USM di tengah kampanye budaya nusantara bermain di Taman Indonesia Kaya Semarang. (foto:ist)

SEMARANG, ZONAPASAR.COM – Generasi muda perlu ditingkatkan kepeduliannya terhadap pelestarian budaya nusantara. Pasalnya pelestarian budaya menjadi tantangan anak muda ditengah genpuran budaya barat pada era globalisasi seperti sekarang ini.

Atas kondisi tersebut, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang pun menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian budaya nusantara.

Hal ini terlihat saat mengampanyekan budaya nusantara bertajuk ”Nusantara Bermain” di Taman Indonesia Kaya pada Sabtu (1/6/2024) pukul 16.00 WIB.

Terdapat delapan permainan yang dibawakan di antaranya, Congklak (Dakon), Layang-layang, Engklek, Jamuran, Ular Naga, Bentengan, Cublak-Cublak Suweng, dam Lompat Tali.

Selain itu, dalam acara ini juga belajar bersama tentang lagu daerah seperti, Gundul-Gundul Pacul, Cublak-Cublak Suweng, Jamuran, Ilir-Ilir, dan Pocung.

Ketua kegiatan, Muhammad Fais mengatakan, ada delapan permainan yang dibawakan di antaranya, Congklak (Dakon), Layang-layang, Engklek, Jamuran, Ular Naga, Bentengan, Cublak-Cublak Suweng, dam Lompat Tali.

Selain itu, dalam acara ini juga belajar bersama tentang lagu daerah seperti, Gundul-Gundul Pacul, Cublak-Cublak Suweng, Jamuran, Ilir-Ilir, dan Pocung.

”Kegiatan ini dapat mengingatkan dan menigkatkan generasi muda bahwa kita memiliki budaya permainan tradisional dan lagu daerah yang perlu dilestarikan dan diwariskan ke generasi selanjutnya,” katanya.

Dia mengatakan, kegiatan ”Nusantara Bermain” menjadi bukti bahwa budaya permainan tradisional dan lagu daerah masih memiliki tempat di hati generasi muda.

”Saya berharap, kegiatan tersebut dapat menginspirasi banyak orang untuk ikut melestarikan dan mewariskan budaya luhur bangsa kepada generasi selanjutnya,” ungkapnya.

Salah satu partisipan yang ikut bermain, Jihan mengaku senang dengan permainan tradisional.

Dia berharap, kegiatan serupa diadakan lagi di masa mendatang dikarenakan generasi sekarang membutuhkan interaksi untuk membangun jiwa sosial mereka.

”Seru banget. Kita bisa mengingat waktu masa kecil. Selain itu, kita juga bisa keluar dari dunia gadget. Kan anak anak jaman sekarang udah jarang main permainan tradisional. Jadi kegiatan ini bikin aku nostalgia dan bermanfaat buat aku sama temen temen yang ikut main,” ujar Jihan.

Hal senada dikatakan orang tua dari anak yang berpartisipasi, Deni. Menurutnya, permainan tradisional sangat bermanfaat bagi anak-anak.

”Permainan ini sangat bermanfaat, karena dapat bersosialisasi dengan anak-anak yang lain yang awalnya tidak kenal menjadi kenal, dan itu dapat bermanfaat untuk masa depan mereka,” tambah Deni.(***)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan