Pemprov Jateng Bakal Bangun Rusunawa Bagi Warga Bergaji di Bawah Rp 1 Juta

Kepala Seksi Perumahan Umum, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Suprapta saat memberikan keterangan pers di Hotel Patra Semarang, Jumat (20/7).

SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana segera membangun rusunawa bagi warga yang bergaji di bawah Rp 1 juta. Rencananya rusunawa ini akan dibangun di Kota Semarang.

Kepala Seksi Perumahan Umum, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Suprapta mengatakan, saat ini ketersediaan lahan sudah sangat sedikit sehingga bangunan vertikal seperti rusunawa menjadi solusi permukiman bagi warga.

“Kita punya grand design membuat rusunawa yang insyaallah akan dibangun di Muktiharjo Lor dan Plamongan Sari, itu khusus diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 1 juta,” kata Suprapta, Jumat (20/7).

Dijelaskan, satu rusunawa yang dibangun lima lantai tersebut ditargetkan bisa menampung sebanyak 70 kartu keluarga (kk), sehingga bisa mengurangi kepadatan pemukiman dan kekumuhan.

“Satu twin blog bisa dihuni 70 kk. Kalau katakanlah sudah bisa bangun 10 rusunawa bisa selesaikan 700 kk. Ini sangat bagus, di samping juga bisa mengurangi kekumuhan yang ada, karena bangunannya vertikal,” ujarnya.

Dikatakan, rusunawa ini nantinya bisa dihuni warga dengan sistem sewa. Pihaknya melanjutakan, besaran harga jika mengacu di Malang berkisar Rp 100 ribu sebulan.

“Sewa bulanan, yang sudah jalan di Malang kita nanya untuk sewa Rp 100 ribu per bulan. Tetapi akan melihat lagi kondisi warga, karena ini benar – benar bagi masyarakat yang tidak berdaya, sehingga harus benar – benar kita bantu,” ucapnya.

Dia melanjutkan, anggaran yang akan dikeluarkan untuk membangun satu rusunawa ditarget mencapai Rp 20 miliar.

“Realisasi 2020, karena masih melihat kondisi lahan, harus matang dulu, tahun besok TED, tahun 2020 pembangunan fisiknya,” jelasnya.

Ditambahkan, Pemprov Jateng juga telah mempersiapkan program rumah khusus bagi para nelayan, buruh, dan tukang becak.

“Kita ada rumah khusus juga untuk nelayan, buruh, tukang becak yang kita dorong ke Jepara,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here