UmumPemprov Jateng Genjot Kemandirian Keuangan Daerah

Pemprov Jateng Genjot Kemandirian Keuangan Daerah

-

- Advertisment -spot_img

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen.

SEMARANG- Realisasi pendapatan Provinsi Jawa Tengah hingga September 2018 sebesar Rp 18,509 triliun. Capaian tersebut setara 75,82% dari target APBD Induk atau 74,59% dari target  P-APBD.

Meski Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menilai realisasi pendapatan itu cukup baik, namun kemandirian keuangan daerah harus terus digenjot. Berbagai upaya kreatif mesti diimplementasikan untuk mencapai target pendapatan dan mendorong kemandirian keuangan.

“Yang penting bagaimana kita dapat menuju kemandirian keuangan daerah. Tahun ini kemandirian kita mencapai 53,23% dan tahun depan targetnya 54,27%,” terang pria yang disapa Gus Yasin ini, Selasa (6/11).

Putera ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu menuturkan, Pemprov Jateng harus berusaha mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat ke daerah dalam bentuk dana perimbangan. Terdapat banyak sektor yang dapat dioptimalkan, seperti intensifikasi pajak daerah atau retribusi daerah, optimalisasi pendapatan daerah melalui pinjaman penerbitan obligasi.

Selain itu juga optimalisasi pemanfaatan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan melalui kerjasama pemda dengan pihak ketiga, maupun optimalisasi kekayaan daerah yang dipisahkan melalui penyertaan modal/investasi ke BUMD.

“Ke depan kita punya proyeksi pendapatan yang akan selalu meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Proyeksi tahun 2019 sebesar Rp 25,291 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 26,181 miliar, tahun 2021 sebesar Rp 27,263 miliar, tahun 2022 sebesar Rp 28,484 miliar dan tahun 2023 sebesar Rp 29,867 miliar,” jelasnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu memaparkan, ada beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan target pendapatan dan mendorong kemandirian keuangan daerah.

“Mengembangkan digitalisasi sistem pembayaran pajak, melakukan revitalisasi dan lebih mendayagunakan aset milik pemerintah, serta lebih meningkatkan sinergitas kelembagaan dan kinerja BUMD dan SKPD,” urainya.

Sementara itu, Kepala BPPD Jateng Ihwan Sudrajat menjelaskan, saat ini pendapatan daerah sangat bergantung pada pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor. Untuk itu, pihaknya menambah titik layanan samsat di Jateng.

“Di Jawa Tengah ada 37 samsat induk yang tersebar di beberapa kota/ kabupaten, 10 samsat pembantu di perbatasan provinsi, 53 samsat keliling, tujuh samsat cepat, 21 samsat paten di kecamatan, satu samsat terminal di Cilacap, dua samsat ATM, 56 samsat siaga. Ada juga samsat malam dan samsat kampus,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

XL Axiata dan Vision+ Luncurkan Paket Bundling

JAKARTA- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus memperkuat bisnis layanan Over The Top (OTT) dan layanan hiburan, seiring...

PLN Gelar PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride

JAKARTA– PLN kembali menggelar kegiatan virtual charity run and ride pada 16 Oktober s.d. 7 November 2021. Virtual Charity...

Ajak Masyarakat Bijak Gunakan BBM, Pertamina Dorong Solar Subsidi Tepat Sasaran

SEMARANG – Sebagai badan usaha yang menerima penugasan dari pemerintah dalam menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, dalam hal...

Hotel Santika Pekalongan Gratiskan Ambil Kopi dan Teh Setiap Hari

PEKALONGAN - Hotel Santika Pekalongan merupakan salah satu hotel bintang 3 yang terletak di Kota Pekalongan. Memiliki letak yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Menjadi Programmer Sukses Masa Kini

JEPARA - Market Corner Goes To School yang merupakan kegiatan kolaborasi antara Up Radio dan Gmedia yang  pada bulan...

Ini Daftar Kompor Tanam Artugo Spesifikasi Lengkap dengan Harga Ekonomis

SEMARANG - PT Kreasi Arduo Indonesia (Artugo) meluncurkan berbagai jenis kompor tanam dengan spesifikasi lengkap, namun dengan harga yang...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda