PeristiwaPengamat Sarankan Ibu Kota Baru Pakai Kendaraan Listrik

Pengamat Sarankan Ibu Kota Baru Pakai Kendaraan Listrik

-

- Advertisment -spot_img

Presiden Jokowi menjajal motor listrik nasional Gesits di hadapan Menristekdikti dan para rektor, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/11/18)/istimewa.

SEMARANG – Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno menyarankan pemerintah menggunakan kendaraan listrik di ibu kota baru.

Djoko mengatakan, pengembangan transportasi umum menggunakan kendaraan bermotor listrik harus diberikan lebih besar ketimbang insentif pengembangan untuk kendaraan pribadi listrik.

“Jika tidak demikian, polusi berkurang, namun kemacetan tak berkurang dan hanya berganti moda serta tidak mengurangi mobilitas menggunakan kendaraan pribadi,” kata Djoko, Selasa (3/9).

Dikatakan, ibu kota negara baru yang sedang disiapkan di Kalimantan Timur, sejak awal sebaiknya sudah dirancang sebagai kota pejalan kaki dan dilayani transportasi umum yang beroperasi menggunakan kendaraan bermotor listrik.

“Apabila perlu, di kawasan tertentu dalam lingkungan ibu kota negara baru nantinya juga diwajibkan memakai kendaraan bermotor listrik. Selain itu pula wajib menyediakan fasilitas jalur pejalan kaki dan pesepeda,” tambahnya.

Pihaknya meminta, pemerintah juga melakukan pembatasan kecepatan untuk kendaraan pribadi. Kapasitas silinder dibuat kurang dari 100 sentimeter kubik, sehingga akselerasinya tidak secepat sepeda motor yang ada sekarang. Tujuannya adalah untuk menekan angka kecelakaan, sekaligus mengondisikan pengendara agar menggunakan transportasi umum untuk perjalanan jarak jauh.

Kebijakan pemerintah juga harus mendorong penghematan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) di daerah-daerah yang selama ini sulit mendapatkan BBM seharusnya didorong untuk langsung memanfaatkan listrik sebagai energi penggerak kendaraan di daerah tersebut, seperti di Asmat, Papua. Gugusan pulau-pulau kecil atau daerah kepulauan serta kawasan pariwisata seperti Pulau Gili Trawangan di Lombok

Dia menyebutkan, riset kendaraan elektrik sudah lama dilakukan di banyak perguruan tinggi. Indonesia diharapkan bukan sekadar menjadi pasar kendaran bermotor listrik, namun dengan ketersediaan sumber daya alam yang ada dan sumber daya manusia yang mumpuni, harus bisa memproduksi sendiri kendaraan bermotor listrik. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Ramadan Kareem ala Patra Semarang

SEMARANG -  Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh umat muslim, salah satu momen yang paling dinanti setelah seharian...

JNE Berikan Promo Berlimpah di Bulan Ramadhan 2021

SEMARANG – Bulan Ramadhan telah tiba, seluruh masyarakat menyambut antusias dengan tradisi untuk saling berbagi kepada keluarga dan kerabat....

3Second Buka Gerai Baru di Kota Semarang dengan Konsep Family Store

SEMARANG - 3Second kembali melebarkan sayap dengan membuka Store terbarunya berkonsep Family Store di Kota Semarang, Jawa Tengah. 3Second Family Store yang berada di...

LG Borong 31 Red Dot Award

JAKARTA- Tak hanya dari inovasi, kepiawaian LG dalam meramu produk elektroniknya juga menyentuh hingga penciptaan desain yang mengesankan. Sebagai...
- Advertisement -spot_imgspot_img

CIMB Niaga Perkuat Kapabilitas OCTO Mobile Jadi Super App

JAKARTA- Seiring meningkatnya aspirasi nasabah terhadap layanan finansial berbasis digital, perbankan terus berinovasi meningkatkan kapabilitas platform digitalnya, sehingga dapat...

PGN Siapkan Pasokan dan Infrastruktur Gas Bumi di Jawa Tengah

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) telah melakukan penandatanganan Memorandum of...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda