one-stop-property-new

Penjualan Rumah Menengah Atas di Semarang Menggeliat

0
one-stop-property-new
Pengunjung tengah asyik mencari informasi di stand Graha Candi Golf Semarang dalam Pameran Property Expo Semarang.

SEMARANG – Penjualan rumah tipe menengah ke atas di Kota Semarang, Jawa Tengah, mulai menunjukkan tren positif.

Terbukti dari dua kali Pameran Property Expo Semarang ke empat dan ke lima di tahun 2019 mencatatkan nilai penjualan yang menggembirakan.

Selama pameran perumahan ke empat tercatat terjual 19 unit rumah dengan nilai mencapai Rp 27 miliar dan pameran ke lima terjual 23 unit rumah dengan nilai Rp 30 miliar.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, menyambut baik capaian penjualan rumah selama pameran tersebut. Adapun rumah yang terjual didominasi rumah dengan kisaran harga Rp 1 miliar.

“Kita masih menunggu lagi laporan dari dua pengembang, pameran ke lima sangat menggembirakan terjual 23 unit rumah dengan nilai mencapai Rp 30 miliar,” kata Dibya, Selasa (13/8/19).

Dikatakan, capaian tersebut menunjukkan pergeseran segmen pembelian rumah. Padahal menurutnya rumah menengah kebawah seharusnya juga tumbuh karena rumah tersebut merupakan kebutuhan. Berbeda dengan rumah menengah atas yang dibeli sebagai kepemilikan ke dua.

“Kita akan lihat lagi apa yang terjadi. Ke depan semoga penjualan rumah berbagai tipe di Semarang bisa terus tumbuh positif,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Jawa Tengah, MR Prijanto mengemukakan, capaian penjualan rumah dalam pameran di Semarang menjadi pendorong DPP REI untuk melakukan hal yang serupa. Saat ini di pusat juga tengah gencar melakukan pameran-pameran perumahan.

“Pameran di Semarang menjadi penggerak DPP REI, rata-rata hanya satu tahun sekali, namun dengan tahu di DPD REI Jateng sampai 10 kali, jadi sekarang di DPP juga ikut meramaikan pameran,” jelasnya.

Pihaknya juga puas dengan capaian penjualan rumah selama pameran. Disebutnya, tahun 2016 penjualan rumah di Jateng lewat Pameran Property Expo Semarang mencapai Rp 423 miliar, 2017 Rp 388 miliar dan 2018 Rp 234 miliar.

“Di tahun 2018 memang nilainya turun, namun ini tidak hanya di Jateng, semua pemasaran di nasional juga turun,” tandasnya. (ZP/05)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan