Perkuat Ketahanan Pangan, BI Luncurkan Buku Pedoman Pertanian CSA–Biochar

0

Semarang – Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, serta Universitas Diponegoro meluncurkan Buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA)–Biochar untuk peningkatan produktivitas tanaman padi.

Peluncuran buku pedoman ini merupakan upaya memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, mendorong praktik pertanian berkelanjutan, serta berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor pertanian.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari menyampaikan, Provinsi Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Karena itu, peningkatan produktivitas pangan, efisiensi produksi, dan kesejahteraan petani harus terus didorong melalui penerapan teknologi pertanian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim,” ujar Andi Reina Sari.

Menurutnya, penerapan teknologi Climate Smart Agriculture berbasis biochar menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan perubahan iklim di sektor pertanian.

“CSA–Biochar tidak hanya meningkatkan produktivitas tanaman padi, tetapi juga memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan efisiensi penggunaan input pertanian, serta berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca,” jelasnya.

Selain Bank Indonesia, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kus Prisetiahadi, juga hadir sebagai narasumber. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong transformasi pertanian nasional.

“Pengembangan pertanian berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan petani. Dengan sinergi tersebut, inovasi pertanian dapat diimplementasikan secara lebih luas,” kata Kus.

Peluncuran buku pedoman secara resmi dilakukan oleh Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Kurniawan Agung. Ia berharap buku pedoman ini dapat menjadi panduan praktis bagi para pemangku kepentingan.

“Buku pedoman ini diharapkan menjadi acuan implementatif yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar pertanian berkelanjutan berbasis CSA–Biochar dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan lingkungan,” ujarnya.

Diseminasi buku pedoman dilanjutkan melalui sesi talkshow yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Kementerian Pertanian, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro. Diskusi difokuskan pada rencana tindak lanjut penguatan kegiatan percontohan penerapan CSA–Biochar di wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan ini diikuti oleh 125 peserta secara luring dan sekitar 50 peserta secara daring yang terdiri dari perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, perbankan, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.

Kolaborasi pengembangan model bisnis pertanian berkelanjutan berbasis CSA–Biochar telah dilaksanakan sejak 2025, salah satunya melalui kegiatan percontohan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan produktivitas tanaman padi sebesar 6,3 persen, sekaligus perbaikan kualitas tanah dan efisiensi penggunaan input pertanian.

Ke depan, buku pedoman ini diharapkan menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam mereplikasi dan memperluas implementasi CSA–Biochar di berbagai wilayah, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung transisi menuju sistem pertanian yang lebih hijau dan berkelanjutan.***

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights