Prona Meningkatkan Kesejahteraan Warga

Kotimah (51) merasa senang setelah mendapatkan Sertifikat Hak Milik tanah dari program Prona saat di Bawen, kemarin.

BAWEN- Proyek Operasi Naional Agraria (Prona) atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dicanangkan pemerintah melalui ATR/BPN rupanya bermanfaat untuk meningkatkan taraf perekonomian warga. Selain bertujuan untuk memperbaiki administrasi pertanahan Indonesia.

Setelah keluarnya Sertifikat Hak Milik  (SHM) tanah dari program Prona dan PTSL, tidak sedikit warga mengagunkan surat tanah ke perbankan terpercaya. Pinjaman yang diambil warga untuk berbagai keperluan seperti untuk usaha dan pendidikan anaknya.

Seperti dialami oleh Kotimah (51) warga RT 2/RW 3 Desa Asinan menyatakan setelah keluarnya SHM tanah seluas 413 meter persegi atas namanya, Kotimah mengajukan pinjaman ke bank.

“Saya mengajukan pinjaman untuk membantu modal usaha adik saya,” kata ibu tiga anak ini.

Menurut Kotimah program pemerintah pusat ini bermanfaat dan tepat sasaran untuk warga seperti dirinya yang sehari-hari berjualan sembako di rumah.

“Pengurusannya sertifikat gratis, saya hanya membeli patok batas dan biaya materai saja,” ungkap istri Kasihan (56).

Junari (55) warga Dusun Ba’an Desa Asinan mengaku selama beberapat tahun terakhir dirinya telah mensertifikatkan melalui Prona ini. Ada empat bidang tanah milinya yang diajukan diantaranya satu bidang tanah yang saat ini menjadi tempat tinggalnya dan tiga bidang tanah sawah di sekitaran Desa Asinan.

“Meskipun sertifikat belum saya pergunakan untuk agunan bank, tapi saya senang tanah peninggalan orang tua sudah bersertifikat,” ungkapnya.

Bagi Junari, sertifikat ini merupakan bukti otentik kepemilikan tanah yang diakui oleh negara.

“Meskipun dulu letter C diakui oleh Desa, tapi sekarang sudah sertifikat Hak Milik yang diakui negara. Menurut saya semakin kuat bukti yuridisnya,” kata wiraswastan ini.

Kepala Desa Asinan, Liliek Argolukito menyatakan adanya program Prona dan PTSL ini membantu Pemerintah Desa dalam penataan administasi pertanahan.

“Karena sebelum ada program pemerintah pusat ini masih banyak tanah yang masih atas nama orang tua atau kakeknya yang sudah meninggal. Sekarang sudah mulai tertib dan bermanfaat untuk warga,” ungkapnya.

Program PTSL ini juga membantu perekonomian warga seperti diajukan sebagai agunan pinjaman di bank, untuk modal usaha dan pembiayaan pendidikan perguruan tinggi anaknya.

“Harapan kami dapat meningkatkan taraf hidup warga kami menjadi tambahan modal dan meningkatkan taraf serta kwalitas hidup warga menjadi lebih baik,” ungkap Liliek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here