Ekonomi BisnisSatgas Investasi Imbau Masyarakat Bijak Saat Meminjam Uang di...

Satgas Investasi Imbau Masyarakat Bijak Saat Meminjam Uang di Fintech

-

- Advertisment -spot_img

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing.

SEMARANG- Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi) mengimbau masyarakat agar bijaksana saat meminjam uang di perusahaan financial technology (fintech).

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, saat memimjam uang masyarakat harus melihat terlebih dahulu sejauh mana kemampuannya dalam mengembalikan uang pinjaman tersebut. Hal itu supaya tidak terjadi kredit macet yang bisa merugikannya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat supaya meminjam sesuai kemampuan membayarnya agar tidak terjadi kredit macet, karena akan sangat merugikan nantinya,” kata Tongam, Jumat (24/8).

Dia menambahkan, masyarakat juga harus waspada saat meminjam di fintech karena baru-baru ini ada 227 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending tidak terdaftar atau tidak memiliki izin usaha dalam penawaran produk fintech peer to peer lending sehingga sangat merugikan masyarakat.

Menurutnya, berdasarkan  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016, penyelenggara peer to peer lending wajib mengajukan pendaftaran dan perizinan kepada OJK.

“Pada 25 Juli 2018 lalu, kami telah memanggil 227 fintecth ilegal dan kemudian kami minta empat hal, pertama harus terdaftar, kedua jika belum terdaftar harus dihentikan. Ketiga kami minta agar menghapus seluruh aplikasi baik di play store maupun app store, serta keempat kami juga meminta agar menyelesaikan tanggung jawabnya terhadap penggunanya,” kata Tongam L Tobing, Jumat (24/8).

Dikatakan, pihaknya juga telah meminta kepada Kementerian Komunikasi agar memblokir semua website terkait, serta meminta pula Google Indonesia agar menghapus semua platform yang ada di play sotre. Selain itu, Satgas Waspada Investasi juga melaporkan ke Bareskrim mengenai kegiatan-kegiatan yang diduga bisa merugikan masyarakat.

“Jadi satgas sudah menindak lanjuti 227 yang diduga ilegal dan tak punya izin OJK. Sudah tidak ada kegiatan apa-apa, mereka sudah dihapus semua platformnya,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

BSI Cetak Laba Bersih Rp 1,48 Triliun di Semester I 2021

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) berhasil menorehkan kinerja impresif sepanjang semester I 2021 dengan membukukan laba...

PLN Cetak Laba Bersih Rp6,6 Triliun di Semester I 2021

JAKARTA- Di tengah tekanan pandemi Covid-19, PLN berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp6,6 triliun hingga semester I 2021. Berdasarkan...

Setahun Hadir di Bandung, Pengguna Internet Rumah “XL Home” Naik 200%

BANDUNG- Layanan internet fiber XL Home dari PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kini telah hadir di sebagian daerah...

Nikmati Promo Khusus dari Hotel Santika Pekalongan untuk Penerima Vaksin Covid-19

PEKALONGAN - Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait vaksinasi masyarakat Indonesia Hotel Santika Pekalongan memberikan promo khusus kepada para...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Tim Siaga Bencana di Semarang Dilatih Membuat Eco Enzyme

SEMARANG - Meningkatnya kasus konfirmasi positif Covid 19 di awal tahun 2021 ini, menjadi perhatian khusus Palang Merah Indonesia...

Sinergi Telkomsel dan Gojek, Perkuat Produktivitas Mitra UMKM Hadapi Pandemi

JAKARTA– Melanjutkan sinergi yang telah dibangun, Telkomsel dan Gojek kembali menghadirkan kolaborasi pada layanan unggulan keduanya untuk meningkatkan produktivitas...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda