Ekonomi BisnisSetelah Kampung Tematik, Hendi Inisiasi Lomba Kampung Ekonomi Kreatif

Setelah Kampung Tematik, Hendi Inisiasi Lomba Kampung Ekonomi Kreatif

-

- Advertisment -spot_img

Setelah Kampung Tematik, Hendi Inisiasi Lomba Kampung Ekonomi Kreatif

Semarang – Dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini tak kurang dari 112 Kampung Tematik telah terinisiasi di Kota Semarang.

Mulai dari Kampung Batik, Kampung Jamu, hingga Kampung Kulit Lumpia berdiri sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kampung-kampung Kota Semarang. Bagai peribahasa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, hadirnya Kampung Tematik di Kota Semarang juga menjadi penambah daya tarik wisata ibu kota Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sebagai inisiator Kampung Tematik mengatakan, jika konsep pembangunan kampung tersebut merupakan respon dari pergeseran aktivitas ekonomi Kota Semarang yang lebih berkonsentrasi pada sektor pariwisata.

“Kampung Tematik ini semangatnya adalah pengembangan pariwisata yang dikemas dalam project penanganan wilayah kumuh”, jelas Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut, Selasa (31/7)

Tak berhenti sampai disitu, kali ini Hendi juga menginisiasi lomba kampung kreatif dengan melibatkan seluru kampung di Kota Semarang, termasuk Kampung Tematik yang telah ada. Project ini pun melibatkan pihak akademisi dengan menggandeng Universitas Negeri Semarang dan pihak swasta dengan mengajak Pertamina.

Melalui program ini masyarakat pada 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan di Kota Semarang diharapkan Hendi dapat termotivasi untuk memperebutkan predikat sebagai kampung terbaik.

Di sisi lain, Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut juga menegaskan akan menilai kinerja Camat dan Lurah melalui project ini. “Nanti hasil penilaian lomba ini akan menjadi bobot yang cukup besar untuk menilai kinerja Camat dan Lurah pada tahun ini”, tegas Hendi.

Ia berharap camat dan lurah dapat berperan aktif untuk memotivasi masyarakat dan pihak swasta untuk berkontribusi mengembangkan kampung masing-masing.

Adapun indikator penilaian yang ditetapkan oleh Wali Kota Hendi adalah fokus pada adanya keterlibatan masyarakat , pengembangan UMKM warga, serta kesinambungan dengan program pemerintah yang sudah berjalan di wilayah masing-masing.(Zp/04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Kominfo Bersama Smartfren Gelar Uji Coba Teknologi 5G Tahap Kedua

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Smartfren menggelar pengujian 5G tahap kedua. Uji coba teknologi...

Asrama BPSDMD Jateng Dibuka Penuh Untuk Isolasi Terpusat

SEMARANG – Komplek Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah kembali dioptimalkan untuk dijadikan tempat isolasi...

Jateng Valley Mulai Dikerjakan

UNGARAN  – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pengembang Jateng Valley mengelola pembangunan yang berorientasi lingkungan. Selain itu, Ganjar...

XL Axiata Kebut Vaksinasi Karyawan dan Keluarganya

*Total 75% Karyawan Sudah Vaksin JAKARTA- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) secara bertahap terus melakukan vaksinasi kepada karyawan. Kini...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Whatsapp Akhirnya Batalkan Kebijakan Baru Tentang Privasi

TERKAIT berbagai isu keamanan dan privasi yang sedang ramai belakangan ini, Masyarakat sempat dibuat “kebingungan” salah satunya ketika Whatsapp...

Covid Menggila, Penjualan Rumah Anjlog

SEMARANG - Meledaknya jumlah kasus covid-19 di sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Kudus, Semarang, Demak, Purwodadi dan daerah...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda