one-stop-property-new

TPS di Semarang Usung Konsep Pernikahan, Lengkap dari Panggung Hingga Menu Makan

0
one-stop-property-new
Warga tengah mendaftar untuk mengunakan hak pilihnya di TPS 09 RT 2 RW 4, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Di TPS ini didekorsi unik layaknya hajatan pernikahan.

SEMARANG – Berbagai cara dilakukan untuk menarik minat masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. Beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Semarang pun dihias begitu menarik dan unik untuk menekan angka golput.

Satu diantaranya yakni di TPS 09, RT 2 RW 4, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. TPS tersebut mengusung konsep pernikahan.

Di TPS ini terpasang berbagai ornamen pelengkap pernikahan, mulai panggung pengantin, yang dihiasi bunga-bunga warna-warni berpadu dengan lampu hias layaknya untuk para mempelai.

Adapula patung kuda dan angsa yang terbuat dari styrofoam dilengkapi kolam buatan dan berbagai tanaman, serta langit-langit yang dihias memberikan kesan wah.

Tidak hanya dekorasi, di TPS ini juga disediakan menu makanan seperti soto. Disediakan pula aneka snack, meminum dingin hingga teh panas tersedia gratis bagi pemilih.

Para petugas KPPS di sini pun tidak kalah, mereka semua kompak mengenakan busana adat jawa, mulai beskap, topi blankon untuk pria, dan berbaju kebaya bagi petugas perempuannya.

Panitia KPPS TPS 09, RT 02 RW 04 Kelurahan Sambirejo, Atmaji mengatakan, konsep TPS tersebut merupakan inisiatif dari warga setempat. Warga merasa ingin memberikan sesuatu yang unik untuk Pemilu kali ini sehingga keluarlah ide TPS berkonsep pernikahan itu.

“Warga, setiap satu bulan ada pertemuan rutin ada yang usul bagaimana kalau pesta demokrasi dibuat unik, kemudian ada yang usul dibuat seperti mantenan. Ada among tamu, dekorasi dan menu makan. Nah warga setuju akhirnya jadi seperti sekarang,” kata Atmaji, Rabu (17/4/19).

Dikatakan, sejak pukul 06.00 WIB warga telah bersiap melakukan kegiatan pencoblosan. Dan dilanjutkan pukul 7.00 WIB dilakukan upacara. Warga yang datang menggunakan hak pilihnya pun kesemuanya mengenakan baju batik khas kondangan.

“Petugas bajunya pakai adat Jawa semua, dan warga yang mencoblos mereka memakai baju batik. Tadi pagi ada upacara dan selesai mencoblos mereka kami ajak makan bersama-sama kayak resepsi,” jelasnya.

Dijelaskan, biaya yang dikeluarkan untuk membuat dekoreksi yang langka tersebut murni biaya warga. Tidak ada sumbangan dari pihak lain apalagi caleg.

“Murni hiaya sendiri, tanpa biaya apapun dari caleg, murni dari warga setempat. Karena kami menolak adanya sumbangan,” ucapnya.

Ia berharap, dengan hadirnya dekorasi tersebut dapat menarik minat masyarakat menggunakan hak pilihnya. Menurutnya, jangan sampai golput, namun harus ikut aktif memberikan suaranya guna pembangunan bangsa.

Adapun di TPS 09 RT 2 RW 4, Kelurahan Sambirejo tersebut sedikitnya terdapat 284 pemilih yang terdaftar. Dan tidak ada pemilih tambahan.

Sementara itu, salah seorang pemilih di TPS 09, Catur (38) mengemukakan, ia mengapresiasi dekorasi TPS yang sangat unik itu. Menurutnya sangat langka ditemui di lokasi lain.

“Desain sangat menarik bagi kita, yang tadinya malas-malasan atau berangkat siang-siang, kami jadi bangun pagi-pagi mempersiapkan diri. Kami sangat suka, saya datang dengan istri,” ujarnya. (ZP/07)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan