UKM Virtual Expo Bukukan Omzet Rp3,7 Miliar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pameran virtual adalah ikhtiar guna memfasilitasi usaha kecil dan menengah di Jawa Tengah.

SEMARANG – Gelaran UKM Virtual Expo II telah berakhir Jumat (19/11/2020) dan mencatatkan transaksi total Rp3,7 miliar. Namun jualan virtual akan tetap menjadi wadah bagi pengusaha kecil dan menengah di Jateng.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pameran virtual adalah ikhtiar guna memfasilitasi usaha kecil dan menengah di Jawa Tengah. Menurutnya, event seperti ini akan terus dilakukan, dengan format yang lebih disempurnakan.

“Anda boleh tunggu tahun depan kita akan buat lagi. Namun ingat, anda tetap bisa belanja di www.ukmvirtualexpo.com,” ujar Ganjar saat menutup acara tersebut secara daring.

Menurut Ganjar, ajang virtual adalah cara pemerintah untuk merangsang pelaku UKM Jateng untuk tidak nglokro (hilang semangat), di tengah pandemi. Di samping itu, wadah virtual merupakan keharusan menghadapi revolusi industri 4.0.

“Ini merupakan fasilitas kepada UKM agar bisa berjalan. Kalau UKM bisa berjalan akan merangsang yang lain, bahwa selama pandemi kita tetap bisa berusaha dan berkarya. Kita ciptakan ekosistem yang baru yakni ekosistem virtual,” paparnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan, peserta UKM Virtual Expo II adalah 152 UKM yang fokus kepada produk fesyen. Terdapat 2.768 produk usaha mikrokecil yang ada di dalam Mal Virtual.

Adapun, total pengunjung secara virtual sebanyak 9.500 pengunjung. Dari jumlah tersebut ada sekitar 3.464 email penawaran kepada pengusaha. Adapun, total omzet yang diperoleh mencapai Rp3.715.382.000.

“Kami dari UKM Virtual I tidak pernah menutup mal. Sehingga raihan total omzet UKM Mal Virtual sebesar Rp3.484.791.000 untuk UKM Virtual Expo (UVO) I. Sedangkan dari UVO II produk fesyen sampai dengan hari Jumat 20 Nopember 2020 pukul 13.00 WIB telah menghasilkan Rp230.591.000. Omzet ini setiap hari mengalami peningkatan,” ujarnya

Adapun, penjualan produk UKM di pameran virtual ini mencapai Palangkaraya, Hongkong dan Singapura.

“Ke depan, kami harapkan ada yang mengelola Mal UKM Virtual. Kita sedang membahasnya dengan BUMD PRPP yang diharapkan secara online maupun offline. Diharapkan ini hidup terus, kan kita sudah sewa (website) satu tahun,” pungkas Ema.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here