Komunitas Penambang Pasir MTC dan BSM Bertekad Jadikan Srumbung Sentra Budidaya Ikan Air Tawar

0
Penambang pasir bersama perwakilan OPD, TNI dan Polri saat menebar benih ikan air tawar di Desa Bantuadem Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Kamis (3/3).

MAGELANG – Ratusan penambang pasir manual yang tergabung dalam komunitas Merapi Trans Community (MTC) dan komunitas Buruh Slenggrong Merapi (BSM) bertekad menjadikan Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang sebagai sentra budidaya ikan air tawar.

Tekad itu dimulai pada Kamis (3/3) saat mulai menebar benih ikan air tawar yang dipusatkan di Desa Banyuadem Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang.

Tebar benih dilakukan anggota kedua komunitas tersebut bersama perwakilan OPD, TNI dan Polri setempat.

Hal itu merupakan percobaan perdananya di lima kolam buatan. Kolamnya terbuat dari terpal. Setiap kolam ditebari seribu benih ikan air tawar. Dana investasi diperoleh atas bantuan berbagai pihak.

Awalnya mereka sadar, bahwa menjadi penambangan pasir yang mengandalkan peralatan manual, tidak bisa mendatangkan uang banyak. Apalagi kendala lainnya juga cukup banyak. Selain bukit longsor ataupun banjir lahar, persaingan atar penambang merupakan kendala yang paling kerap mereka temui.

Penambang pasir bersama perwakilan OPD, TNI dan Polri saat menebar benih ikan air tawar di Desa Bantuadem Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Kamis (3/3).

“Dari situ, kami Komunitas MTC dan BSM memberanikan diri mengajukan proposal ke instansi-instansi pemerintah. Dan alhamdulillah, dana bantuan yang kami peroleh cukup untuk membuat 10 kolam”, kata Ketua Paguyuban MTC Srumbung, Nida Nur Efendi, di sela-sela peresmian pusat budidaya ikan air tawar, kemarin.

Nida dan kawan-kawan memperkirakan, tiga hingga empat bulan ke depan, sudah mulai panen. Tiap kolam bisa memanen satu hingga dua kuintal ikan air tawar . Apabila uji coba ini berhasil, para penambang pasir manual ini berambisi menyulap Srumbung sebagai sentra ternak ikan air tawar.

Nida berharap usaha sampingan ini tidak hanya menambah penghasilan. Tapi juga bisa mengakrabkan hubungan antar anggota komunitas atau paguyuban.

“Kami beternak ikan air tawar tidak hanya untuk menambah penghasilan. Tujuan utamanya adalah guna menjalin tali silaturahmi antarwarga, supaya tercipta suasana guyub, saling menjaga kondisi lingkungan yang aman dan damai”, tambahnya.

Pemberdayaan lahan kosong untuk perikanan air tawar ini mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Srumung, Dedi Kurniawan berjanji, akan mengusahakan bantuan dari pemerintah, sesuai keinginan warga.

Kepala Desa Banyuadem, Supriyadi juga berjanji akan mengusahakan dana desa untuk pengembangan budidaya ikan air tawar tersebut.

Pihaknya juga berharap, bisnis sampingan ini bisa mengakrabkan hubungan antar-warga, sehingga kompak bisa melakukan pencegahan secara cepat dan tepat terhadap potensi konflik antar penambang. (Alkomari)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights