UmumAlat Bukti Elektronik Sangat Berperan dalam Penyelidkan Kasus Terorisme

Alat Bukti Elektronik Sangat Berperan dalam Penyelidkan Kasus Terorisme

-

- Advertisment -spot_img

WORKSHOP- Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jateng Priyanto saat menjadi pembicara Workshop on Using Electronic Evidence in Terorism and Transnational Crime Cases kerjasama Biro Hukum dan Luar Negeri kejaksaan Agung RI dan Departemen of Home Affairs Australia di JCLEC Semarang,‎kota Semarang Jawa Tengah, Rabu (11/5).

SEMARANG- Kejaksaan Agung RI memandang serius penggunaan alat bukti elektronik terhadap kasus terorisme.  Alat bukti elektronik sangat berperan dalam penyelidikan kasus terorisme karena para pelaku terorisme secara fasih menggunakan media elektronik untuk berkomunikasi.

Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jateng Priyanto, saat menjadi pembicara Workshop on Using Electronic Evidence in Terorism and Transnational Crime Cases kerjasama Biro Hukum dan Luar Negeri kejaksaan Agung RI dan Departemen of Home Affairs Australia di JCLEC Semarang,‎ kota Semarang Jawa Tengah, Rabu (11/4).

‎Menurutnya, workshop ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara penegak hukum, khususnya Jaksa dalam menggunakan alat bukti elektronik dan bagaimana bekerja sama antar kejaksaan di ASEAN.

Pelaku terorisme, lanjut Priyanto, tahu bahwa penggunaan media elektronik menjadi lebih susah untuk ditelusuri. Berbeda dengan handphone. Mereka menggunakan email atau grup chatting untuk berkomunikasi. Serta melakukan propaganda melalui bulletin board atau mailing list.

Menurut Priyanto, terorisme merupakan kejahatan yang bersifat internasional yang menimbulkan bahaya terhadap keamanan,perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat. Sehingga perlu diberantas secara berencana dan bersama-sama. Dia juga menjelaskan UU Nomor 15 Tahun 2003, tentang tindak pidana terorisme merupakan UU khusus (lex spesialis).

“Dalam pasal 27, khususnya, mengatur alat bukti, salah satunya alat bukti elektronik. Itu yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Diharapkan workshop ini menjadi wadah bagi penegak hukum di negara-negara ASEAN untuk berbagi pengalaman. Memberikan rekomendasi strategi dalam penggunaan alat bukti elektronik pada perkara terorisme.

Penggunaan alat bukti media elektronik sudah pernah dibuktikan eksistensinya dalam putusan Nomor 148/pid.B/2011/PN.jkt.sel dengan terdakwa Abu Bakar bin Abud Baasyir alias Abu Bakar Baasyir yang menggunakan video teleconfrence dalam pemeriksaan saksi di sidang. Saat itu, jaksa memeriksa 4 saksi dalam sidang, namun dipilih teknologi video teleconfrence dengan alasan keamanan.

Workshop tersebut diikuti sebanyak 10 negara ASEAN.merupakan tindak lanjut dari pembuatan MoU antara Kejaksaan Agung RI dan Australian Attorney General Department yang ditandatangani pada bulan Februari 2017.‎ (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Pembelian Tiket KA untuk Keberangkatan Mulai 26 Oktober Wajib Gunakan NIK

SEMARANG - Calon pelanggan yang akan membeli tiket kereta api jarak jauh untuk keberangkatan mulai 26 Oktober 2021 wajib...

Marimas dan Pemkot Semarang Bangun Taman Parkour di Lamper Tengah

SEMARANG - Dalam upaya mendukung Program Pemerintah Kota Semarang meningkatkan Ruang Terbuka Hijau, PT. Marimas Putera Kencana turut terlibat...

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Kereta Api, Ini Syaratnya

SEMARANG - Mulai 22 Oktober 2021, anak-anak usia dibawah 12 tahun kembali diperbolehkan naik kereta api setelah sebelumnya dilarang. Aturan...

Pengusaha Makin Sadar Pakai Dexlite

SEMARANG– Kesadaran penggunaan Dexlite sebagai bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan dengan emisi pembakaran yang rendah di kalangan pengusaha...
- Advertisement -spot_imgspot_img

XL Axiata dan Vision+ Luncurkan Paket Bundling

JAKARTA- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus memperkuat bisnis layanan Over The Top (OTT) dan layanan hiburan, seiring...

PLN Gelar PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride

JAKARTA– PLN kembali menggelar kegiatan virtual charity run and ride pada 16 Oktober s.d. 7 November 2021. Virtual Charity...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda