Antisipasi Pohon Tumbang di Musim Hujan, Disperkim Pangkas Pohon

SEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mulai mengambil langkah antisipasi adanya pohon tumbang memasuki musim penghujan dengan melakukan perampingan dan perapihan ranting-ranting pohon terutama yang berada di ruas jalan protokol.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, perampingan pohon bukan berati melakukan penggundulan pohon atau bahkan menebang pohon. Pihaknya menata dengan baik agar estetika tetap ada namun tidak menimbulkan pohon tumbang.

Sebenarnya, permintaan penebangan pohon dari masyarakat memasuki musim penghujan ini cukup tinggi. Namun, dia tidak ingin asal melakukan penebangan pohon agar Kota Semarang tetap hijau sehingga suhu tidak terlalu tinggi saat musim panas.

“Permintaan penembangan pohon banyak. Tapi kami cek dulu, kira-kira masih layak atau tidak. Kami tidak asal tebang agar saat musim panas Kota Semarang tidak terlalu panas. Seperti kemarin suhunya hingga 39 derajat. Kami mengantisipasi itu,” ujarnya baru-baru ini.

Berdasarkan data, terdapat 3.433 pohon yang terinventarisasi Disperkim Kota Semarang. Pengecekan secara berkala terus dilakukan memasuki musim penghujan. Perampingan pohon juga terus dilakukan secara bertahap mengingat masih terkendala alat crane.

Dia menyebutkan, Disperkim hanya memiliki tiga alat crane. Dua diantaranya terus berkeliling untuk pengecekan. Sementara satu dalam kondisi tidak dapat digunakan. Padahal idealnya, Disperkim memiliki lima hingga tujuh crane untuk berkeliling melakukan perampingan pohon di seluruh wilayah Kota Semarang.

“Paling tidak seharusnya punya 5-7 alat agar perempelan pohon bisa dilakukan dengan cepat. Kami sudah anggarkan di tahun 2020 untuk penambahan alat crane Rp 1 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto mengatakan, memang sudah seharusnya Disperkim mulai melakukan perampingan pohon. Apalagi untuk pohon-pohon yang sudah berusia tua.

“Ini sudah memasuki musim hujan, anginnya juga mulai kencang. Berbahaya jika pohon-pohon tidak dilakukan perampingan,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here